Soal Pidato Rizieq, TKN: Apa Urusannya Kaitkan Jokowi ke Isu Agama?

Oleh: Felix Nathaniel - 21 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
Ace Hasan Syadzily mempertanyakan maksud pidato Rizieq Shihab yang mengaitkan Jokowi dengan isu agama pada Pilkada DKI Jakarta.
tirto.id - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mempertanyakan maksud pidato Rizieq Shihab yang mengungkit kembali masalah di Pilkada DKI Jakarta 2017 dan menyamakannya dengan kondisi politik saat ini.

Dia berpendapat situasi politik pada saat kasus penistaan agama membelit Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu berbeda dengan Pilpres 2019.

Pernyataan Ace didasari alasan bahwa pemakaian isu penistaan agama dan anti-Islam untuk menyerang Jokowi saat ini tidak memiliki alasan kuat sebab capres nomor urut 02 itu berpasangan dengan Ketua Umum MUI non-aktif Ma'ruf Amin. Apalagi, Ma'ruf selama ini dianggap mendorong pengusutan kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok.

“Kalau kita melihat bahwa tidak ada alasan yang [bisa] membuat Habib Rizieq menyerang Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf soal isu agama. Apa urusannya mengkait-kaitkan Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf dengan isu agama?” Kata Ace kepada Tirto, pada Rabu (21/11/2018).

Ace juga mempertanyakan tujuan Rizieq menuding Jokowi sebagai salah satu pihak yang membekingi Ahok pada Pilkada DKI sekaligus mengaitkannya dengan isu agama. Padahal, Ahok sudah menjalani hukuman penjara karena kasus penistaan agama.

“Apa [Rizieq] ingin mengkapitalisasi agama untuk kepentingan politik? Menurut saya sangat tidak relevan,” ujar Ace.

“Kalau beliau mengaku ulama ya seharusnya mendukung ulama dong. Masa ulama mendukung orang yang tidak memiliki track record dalam hal keislaman,” Ace menambahkan.


Ucapan Ace tersebut merujuk pada Rizieq yang lebih memilih mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilpres 2019.

Rizieq Shihab, yang masih di Arab Saudi, berceramah untuk memperingati hari Maulid Nabi 1440 H. Rekaman suaranya didengarkan kepada jemaah di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, dan disiarkan oleh akun YouTube Front TV secara live streaming. Acara ini diprakarsai Majelis Taklim Anwarul Hidayah dan FPI Jakarta. Pidato Rizieq diperdengarkan pada Rabu dini hari (21/11/2018), sekitar pukul 00.00.

Dalam ceramahnya, Rizieq menyampaikan beberapa hal kepada jemaah yang datang. Dia memulai ceramah dengan mengutip kejadian perang dan cerita bagaimana kelompok dengan jumlah orang yang sedikit bisa mengalahkan pihak yang superior.

"Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 249 [...] Berapa banyak kelompok yang kecil dapat mengalahkan kelompok yang besar dengan izin Allah SWT," kata Rizieq dalam rekaman suara tersebut pada sekitar pukul 00.00, Rabu (21/11/2018).

Rizieq kemudian menyinggung bahwa Indonesia telah mendapat pelajaran berharga dari firman tersebut pada Pilkada Jakarta 2017. "Saat itu umat Islam berhadapan dengan si penista agama. Saat itu si penista agama memiliki segudang kekuatan untuk menang melawan umat Islam," kata dia.

"Kedua, si penista agama didukung oleh Presiden dan seluruh kabinetnya. Ketiga, si penista agama didukung oleh Kapolri [Jenderal Tito Karnavian] dan Panglima TNI serta Badan Intelijen Negara," Rizieq menambakan.




Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Addi M Idhom