Soal Pengelolaan TIM, Anies Ingin Kegiatan Bisnis & Budaya Sejalan

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 2 Juli 2019
Anies menyatakan pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai kawasan pariwisata komersial akan didorong sejalan dengan pengembangan kegiatan seni-budaya.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap rencana pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai kawasan pariwisata komersial sejalan dengan posisinya sebagai pusat kegiatan budaya.

"Karena pariwisata memang kegiatan komersial, sementara kegiatan pengembangan kebudayaan itu bukan kegiatan komersial," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/7/2019)

Anies menegaskan kegiatan kesenian dan budaya di TIM harus tetap berkembang dengan baik meski kawasan itu dikelola sebagai obyek wisata. Sebab, rencana komersialisasi kawasan itu juga bertujuan memfasilitasi kegiatan seni-budaya.

"Justru kami berharap mekanisme pasar dan mekanisme bisnis sejalan dengan kegiatan kebudayaan. Bagaimana itu bisa berjalan inline," ujar Anies.

Menurut Anies, jika hal itu bisa dilakukan, pengelolaan TIM akan menjadi percontohan. "Bagaimana mekanisme pasar, mekanisme bisnis itu supportive terhadap kegiatan kebudayaan," kata dia.

Anies menyayangkan selama ini kegiatan kebudayaan di TIM hanya ditopang oleh SKPD. Oleh karena itu, Anies menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melakukan revitalisasi dan mengelola TIM menjadi kawasan wisata komersial.

"Kami juga sedang memisahkan antara [dinas] pariwisata dan kebudayaan. [....] Karena pariwisata memang kegiatan komersial, sementara kegiatan pengembangan kebudayaan itu bukan kegiatan komersial, tapi dia bisa didanai lewat keuntungan aktivitas komersial," kata Anies.

"Ini yang sedang terjadi di TIM," tambah dia.


Baca juga artikel terkait TAMAN ISMAIL MARZUKI atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Addi M Idhom
DarkLight