Soal Laporan Allan Nairn, Jubir FPI: Enggak Layak Dikomentari

Oleh: Haris Prabowo - 15 April 2019
Menurut Munarman, Allan Nairn pernah mewawancarai Prabowo dan berjanji tidak membuka hasil wawancaranya ke publik, tapi hal itu dilakukan juga olehnya.
tirto.id - Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman angkat bicara soal laporan jurnalis investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn yang menyebut Prabowo Subianto bakal melemahkan FPI apabila menjabat sebagai Presiden RI.

Menurut Munarman, laporan Allan itu tidak layak dikomentari karena tak punya integritas sebagai jurnalis. "Allan itu enggak layak dikutip apalagi dikomentari, enggak punya integritas," katanya saat dihubungi wartawan Tirto, Senin (15/4/2019) sore.

Bahkan, kata Munarman, Allan Nairn pernah mewawancarai Prabowo dan berjanji tidak membuka hasil wawancaranya ke publik, tapi hal itu dilakukan juga olehnya.

“Dia dulu wawancara Prabowo dan janji off the record, tapi dia buka,” lanjut Munarman.

Untuk itu, ia menyebut Allan bukanlah seorang jurnalis, melainkan seorang propagandis dan juru kampanye kubu tertentu.

"Dia muncul tiap lima tahun Pemilu Indonesia. Kalau bukan propagandis dan jurkam, apa julukan yang tepat buat dia?" katanya.


Munarman juga mengaku tak percaya kendati laporan Allan Nairn muncul berdasarkan hasil rapat notulensi Prabowo dengan orang-orang di lingkarannya.

"Allan itu kafir yang bertugas adu domba bangsa Indonesia," katanya.

Allan Nairn, jurnalis investigasi independen asal Amerika Serikat, merilis laporan terbaru di laman blogspot miliknya, Senin (15/4/2019), pukul 12 siang waktu Indonesia Barat. Dalam laporan itu, Allan menyebut sejumlah skenario yang dirancang Prabowo jika menang dalam Pemilu 2019.

Dalam laporan itu, Allan menyebut sejumlah skenario yang dirancang Prabowo jika menang dalam Pemilu 2019. Seperti, menyusun rencana penangkapan massal, baik terhadap lawan-lawan politik maupun koalisinya, tulis Allan.

Prabowo juga berencana membikin Gerindra semakin kuat, dengan menugaskan Badan Intelijen Negara (BIN) melumpuhkan kelompok Islam radikal, yakni HTI, FPI, dan JAD, serta partai koalisi oposisi, serta berencana menjatuhkan Partai Demokrat dan PKS, tulis laporan tersebut.


Baca juga artikel terkait HARD NEWS atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto