Menuju konten utama

Soal Kasus "Kain Jarik": Apa Bedanya Fetish dengan Fantasi Seksual?

Berikut perbedaan fetish dengan fantasi seksual seperti dalam kasus "Fetish Kain Jarik". 

Soal Kasus
Ilustrasi Fetish. foto/istockphoto

tirto.id - Akun Twitter @m_fikris membuat geger media sosial tatkala membuat utas tentang dugaan pelecehan seksual. Rentetan twit berjudul “Fetish Kain Jarik” tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet.

Pelaku diduga, seorang pria bernama depan Gilang, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair). Modus dari pelaku ialah melakukan kekerasan seksual dengan kedok, tengah melakukan riset.

Peristiwa yang menimpa MFS, salah satu korban, terjadi pekan lalu, Jumat (24/7/2020). MFS merupakan mahasiswa semester 3 di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Saat beraksi, Gilang menyuruh korbannya untuk diikat menggunakan lakban dan kain jarik seperti jenazah. Semakin lama berkomunikasi, MFS menuruti perintah Gilang. Kemudian menyadari bahwa ia telah mengalami pelecehan seksual.

Para warganet pun menyimpulkan bahwa Gilang kemungkinan memiliki fetish terhadap orang yang dibungkus dengan kain jarik.