Soal Kasus Beras Bantuan Dipendam, Mensos Risma: Bukan Zaman Saya

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 1 Agu 2022 19:15 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Risma menegaskan temuan kasus beras bantuan di Depok, Jawa Barat yang dipendam dalam tanah tidak terjadi pada kepemimpinannya.
tirto.id - Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengklaim kasus penemuan bantuan sosial (bansos) beras yang dipendam di Depok, Jawa Barat bukan pada masa kepemimpinannya. Sebab, kata dia, waktu ia menjabat telah diinstruksikan oleh Presiden Jokowi agar menyalurkan bansos dengan uang tunai, bukan lagi berupa barang.

“Yang jelas itu bukan zaman saya. Karena waktu saya jadi menteri, kan, Pak Presiden [Jokowi] sudah sampaikan, 'Bu Risma jangan bantuan berupa barang, Bu Risma bantu dalam bentuk uang'. Itu pesan presiden ke saya," kata Risma, Senin (1/8/2022).

Dengan adanya instruksi dari Presiden Jokowi tersebut, Risma akhirnya menyalurkan bansos tidak lagi dalam bentuk barang, melainkan uang tunai sebesar Rp300 ribu yang dikirim kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Jadi kenapa banyak yang menanyakan, kenapa uang? Tapi itu salah satu, dan memang itu aturannya boleh, di Perpres tentang bantuan itu boleh, memang bantuan bentuk uang dari barang," tuturnya.

Bansos berbentuk barang senilai Rp300 ribu sebelumnya disalurkan oleh mantan Mensos Juliari Batubara. Namun, politikus PDIP itu terjerat kasus korupsi bansos oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga harus mendekam di penjara.

Dalam kasus ini, Menko PMK Muhadjir Effendy mengaku telah menerjunkan tim untuk menyelidiki keberadaan bantuan presiden yang ditemukan dikubur di daerah Depok. Saat ini, tim masih melakukan penyelidikan dan ia belum menerima laporan hasil penyelidikan tersebut.

“Belum, mereka masih ada di lapangan, dan sudah ada dari Polri, sekarang Irjen Kemensos, Deputi 1 Kemenko PMK dan kepolisian sudah turun ke lapangan," kata Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/8/2022).




Baca juga artikel terkait BERAS BANSOS atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz

DarkLight