Soal Aksi 22 Mei, Ribuan Aparat Kawal Pergerakan Massa di Bogor

Oleh: Alexander Haryanto - 21 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
"Kami akan antisipasi jika ada pergerakan massa yang mau ke Jakarta dalam kegiatan yang disebut 'people power'," kata Kapolresta Bogor Kota.
tirto.id - Sebanyak 1.238 aparat keamanan mengawal pergerakan massa dari Kota Bogor menuju Jakarta terkait rencana aksi 22 Mei 2019. Personel gabungan itu terdiri dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

"Pengamanan ini untuk tanggal 22 Mei yang mana kami akan antisipasi jika ada pergerakan massa yang mau ke Jakarta dalam kegiatan yang disebut 'people power'," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser, Selasa (21/5), seperti dikutip Antara.

Kendati demikian, kata dia, hingga Selasa siang, belum terpantau peserta aksi yang cukup banyak dari Bogor ke Jakarta. Petugas mendeteksi massa berdasarkan atribut yang digunakan.

"Kalau ada yang berangkat ke Jakarta mungkin secara menetes tanpa atribut atau perorangan. Jika nantinya ditemukan massa yang akan bergerak ke Jakarta akan dilakukan imbauan," ujarnya lagi.

Ribuan personel gabungan ini sudah disiagakan usai KPU mengumumkan hasil rekapitulasi Pilpres 2019 pada Selasa dini hari.

Hendri menjelaskan, kegiatan pengamanan ini tidak hanya berlangsung hingga tanggal 22 Mei—sebagaimana rencana awal KPU mengumumkan hasil Pilpres 2019—tetapi sampai satu bulan ke depan.

"Pengamanan ini akan berlangsung hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih tanggal 20 Oktober 2019 mendatang," kata Hendri.


Massa mulai berdatangan memadati Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tepat di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menurut orator aksi, massa yang berdatangan berasal dari Sulawesi dan Purwokerto. "Kami sambut kedatangan laskar-laskar dari Sulawesi dan Purwokerto. Mari bergabung," ujar seorang orator di lokasi aksi, Selasa (21/5/2019).

Kedatangan mereka mendapat sorakan dari massa yang telah berkumpul sebelumnya. Seorang peserta aksi berteriak, 'hidup Sulawesi!', sambil kepalkan tangan ke udara dan membawa bendera merah-putih.

Kemudian, Letjen (Purn) Suharto menaiki mobil komando dan mulai berorasi. "Hanya ada satu kata, Lawan! Saya menjadi Korps Marinir, saya bayangkan dulu dengan sekarang. Saya hanya meminta TNI dan Polri, ini tugas pokok kami melawan kezaliman," ujar dia.

"Dari dulu jargon kami cuma satu, terbaik untuk rakyat, terbaik untuk ABRI. Kami tidak akan mengkhianati ini," sambung dia yang mengenakan baret dan kemeja ungu serta bercelana panjang hitam itu.


Baca juga artikel terkait AKSI 22 MEI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH