Menuju konten utama

Slipknot Lelang Hak Royalti Album Terbaik Mereka "All Hope is Gone"

Slipknot melelang hak atas pembagian jatah royalti dari album tahun 2008 mereka “All Hope is Gone”

Slipknot Lelang Hak Royalti Album Terbaik Mereka
Corey Taylor dan Shawn Crahan dari Slipknot tampil selama Louder Than Life di Highland Festival Grounds di KY Expo Center pada hari Jumat, 27 September 2019, di Louisville, Ky. Amy Harris / Invision / AP

tirto.id - Band metal Slipknot melelang hak atas pembagian jatah royalti dari album tahun 2008 mereka “All Hope is Gone” bersama dengan hak untuk album self-titled (2008) dari band pop-punk Simple Plan, pada akhir April lalu dan akan berakhir Senin (4/5/2020).

Pelelangan itu sendiri terdaftar di Royalty Exchange, dengan harga penawaran saat ini adalah lebih dari 750 ribu dolar AS atau sekitar 11,4 miliar rupiah untuk jangka waktu investasi 30 tahun.

Dilansir dari Consequence of Sound (CoS), sang produser Dave Fortman tampaknya menjual potongan royaltinya untuk setiap album. Meskipun tidak disebutkan secara detail, pelelangan itu menyatakan bahwa produser dari setiap album telah menjual hak mereka.

Pelelangan itu sendiri menawarkan gambaran yang menarik ke dunia distribusi royalti dan hak penerbitan. Pasalnya, untuk memikat para penawarnya, daftar itu memberikan sejumlah angka dan bukti kuat tentang kesuksesan finansial dari album All Hope Is Gone, yang didistribusikan oleh Warner Music Group.

Hak produsernya, yang merupakan bagian dari royalti rekaman suara, menghasilkan 105,180 dolar AS (1,6 miliar rupiah) dalam pendapatannya selama 12 bulan terakhir. Penghasilan itu diakumulasikan dari berbagai sumber, seperti streaming, radio satelit seperti SiriusXM, unduhan digital, penjualan CD, TV komersial dan penempatan dalam film, cover, dan lain-lain.

Melansir deskripsi dari Royalty Exchange, lelang itu menyatakan:

“Penawar yang menang akan mengumpulkan royalti yang dihasilkan dari setiap penjualan, streaming, dan biaya sinkronisasi dari kedua album, serta masing-masing single yang termasuk di keduanya. Penjualan dan streaming, secara khusus, memiliki bagian yang lebih besar dari pendapatan untuk royalti rekaman suara dibandingkan royalti komposisi. Jadi ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan”

All Hope is Gone (2008) disebut sebagai album paling sukses dari raksasa metal tersebut. Tahun lalu saja, pendapatan tahunan dari All Hope Is Gone meningkat sebesar 21 persen, dengan 73 persen dari pendapatan tahun 2019-nya berasal dari streaming, naik dari angka 33 persen pada tahun 2018.

Single "Psychosocial", yang merupakan salah satu karya di album tersebut, membawa pulang 41 persen dari total pendapatan pada tahun 2019, naik dari angka 20 persen pada tahun sebelumnya.

Baca juga artikel terkait SLIPKNOT atau tulisan lainnya dari Ahmad Efendi

tirto.id - Musik
Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Yulaika Ramadhani