SKK Migas Proyeksikan Target Lifting Minyak 2020 Tidak Tercapai

Oleh: Antara - 16 Juni 2020
Pandemi COVID-19 menyebabkan terganggunya aktivitas produksi minyak 2020.
tirto.id - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto memperkirakan lifting minyak pada tahun 2020 tidak akan tercapai. Ini disebabkan karena turunnya aktivitas produksi akibat pandemi COVID-19.

"Angkanya yang realistis tahun ini 705 ribu barel per hari, dari target APBN 755 ribu barel per hari," kata Dwi Soetjipto dalam FGD secara daring di Jakarta, Senin (16/6), seperti dilansir dari Antara.

Ia mengakui pandemi COVID-19 telah menurunkan aktivitas operasional kegiatan usaha hulu minyak dan gas (migas). Sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas) yang melakukan penundaan rencana bisnis mereka. Namun, pihaknya terus melakukan komunikasi agar produksi dan lifting minyak tetap terjaga.

Terkait harga minyak, mantan Dirut Semen Indonesia itu memperkirakan titik keseimbangan baru yaitu 60 dolar Amerika Serikat per barel baru akan tercapai pada 2024 atau 2025.

Ia menjelaskan ada tiga asumsi dasar atas perkiraan titik kesimbangan baru harga minyak tersebut, yang kini terus berfluktuasi akibatwabah Covid-19 yang berdampak pada penurunan permintaan minyak dunia.

Pertama, perhitungan berdasarkan biaya produksi, yang bila harga minyak di bawah 30 dolar Amerika Serikat per barel maka akan banyak perusahaan minyak yang kolaps, kecuali yang memiliki cadangan besar.

Kedua, pembicaraan di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang mulai memangkas produksi mereka.

Ketiga, analisa-analisa perkiraan harga minyak mentah Brent oleh lembaga riset energi Woodmac, Rystad and Platts.


Baca juga artikel terkait LIFTING MINYAK atau tulisan menarik lainnya Antara
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Penulis: Antara
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight