Situs BSSN Diretas, Elsam Pertanyakan Standar Pemulihan Siber

Reporter: Alfian Putra Abdi - 26 Okt 2021 10:31 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Reputasi BSSN sebagai institusi keamanan siber berpotensi memburuk akibat kasus peretasan.
tirto.id - Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Miftah Fadhil mempertanyakan lambatnya upaya pemulihan situs pusmanas.bssn.go.id usai peretasan. Situs Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) itu tidak bisa diakses sejak 20 Oktober 2021 hingga saat ini.

"Padahal BSSN punya kedeputian sendiri yang khusus dimandatkan untuk melakukan deteksi dini, identifikasi dan penanggulangan serangan siber. Bagaimana BSSN bisa diandalkan untuk menangani serangan siber dari luar?," ujar Fadhil kepada reporter Tirto, Selasa (26/10/2021).

Akibat serangan tersebut, reputasi BSSN sebagai institusi keamanan siber berpotensi memburuk. Sebab menurut Fadhil, kepercayaan masyarakat untuk menjaga keamanan siber terbangun dari tiga hal yakni keamanan, privasi dan keandalan (reliabilitas).

"BSSN itu kan sebenarnya punya kewenangan untuk merumuskan kebijakan teknis dalam penanggulangan insiden serangan siber? Apakah kebijakan itu sudah ada, atau belum ada? Dan kalau sudah ada, apakah terakses oleh publik dan kenapa masih tetap ada peretasan?" tukasnya.

Persoalan lain di BSSN ialah sulitnya berkolaborasi lintas sektor demi mengembangkan teknologi yang ada. Menurut Fadhil, hal tersebut ditenggarai oleh individu internal BSSN yang hanya berasal dari birokrat dan aparat keamanan.

"RUU PDP (perlindungan data pribadi) memang jadi penting, karena RUU PDP itu nantinya harus diorientasikan untuk membentuk lembaga yang kolaboratif, independen, dan multistakeholder dan regulasinya diorientasikan untuk memastikan keandalan sistem keamanan untuk melindungi data pribadi dari segala sisi/aspek," ujarnya.

BSSN sendiri mengakui terjadi penyerangan terhadap laman pusmanas.bssn.go.id.

“Ya memang benar ada peretasan (defacement) terhadap situs pusmanas.bssn.go.id," kata Juru Bicara BSSN Anton Setiyawan kepada reporter Tirto, Senin (25/10/2021).

Upaya peretasan tersebut langsung direspons oleh tim CSIRT BSSN. Mereka menutup laman dan mengubah pengelolaan menjadi konsep tertutup.

BSSN pun tengah menelusuri pelaku peretasan. “Untuk pelaku masih kami telusur, indikasi awal dari Brasil," kata Anton.


Baca juga artikel terkait BSSN atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight