Situasi Merapi Hari Ini: 26 Kali Gempa Guguran & Status Masih Siaga

Oleh: Alexander Haryanto - 19 Oktober 2021
Dibaca Normal 1 menit
Gunung Merapi hari ini mengalami 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-10 mm dan lama gempa 13-94 detik.
tirto.id - Gunung Merapi yang terletak di antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini mengalami 26 kali gempa guguran, 3 kali gempa hembusan, 1 kali gempa low frequency dan 25 kali gempa hybrid/fase banyak.

Informasi itu berdasarkan laporan laman magma.esdm.go.id pada hari ini, Selasa, 19 Oktober 2021 selama periode pukul 06.00-12.00 WIB. Sampai saat ini, status Gunung Merapi masih Siaga Level 3.

Berdasarkan pengamatan visual, gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur dan barat.


Aktivitas Gunung Merapi

Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur dan barat.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur dan barat. Suhu udara sekitar 20-29°C. Kelembaban 67-86%. Tekanan udara 630-717 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-10 mm dan lama gempa 13-94 detik.
  • 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 mm, dan lama gempa 21-30 detik.
  • 1 kali gempa low frequency dengan amplitudo 9 mm, dan lama gempa 9.3 detik.
  • 25 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3-8 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 6-8 detik.


Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.


Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight