Menuju konten utama

Sir William Henry Perkin dan Mauve yang Buat Permaisuri Jatuh Hati

Warna mauve Sir William Henry Perkin telah membuat permaisuri Napoleon III itu jatuh hati hingga dipakai semua wanita modis di Perancis.

Sir William Henry Perkin dan Mauve yang Buat Permaisuri Jatuh Hati
William Henry Perkin Google Doodle. FOTO/Google

tirto.id - Google doodle hari ini merayakan kelahiran Sir William Henry Perkin yang ke-180. Pria kelahiran Inggris, 12 Maret 1838 ini adalah pionir yang menemukan pewarna buatan mauve alias ungu muda.

Perkin menemukan warna ungu ini mulanya karena ketidaksengajaan. Saat itu, ia menjadi asisten laboratorium pada usia 18 tahun. Awalnya ia membersihkan kotoran yang menempel di gelas kimia bekas percobaannya yang gagal. Perkin memperhatikan zat tersebut meninggalkan noda ungu saat diencerkan dengan alkohol.

Berpijak pada penemuannya itu, ia memusatkan perhatian pada pematenan, pembuatan dan upaya-upaya komersil mempopulerkan warna sintetis ungu pertama yang dia beri nama mauve.

Dengan bantuan ayah dan saudara laki-lakinya, Perkin mendirikan sebuah pabrik di sebuah lokasi seluas enam hektar di dekat Kanal Grand Union di Greenford Green, tidak jauh dari London. Dengan memanfaatkan tar batubara yang murah dan berlimpah, Perkin mulai memproduksi pewarna sintetis mauve pertama di dunia pada 1857.

Karena penemuan warna ini tergolong historis, perusahaan tersebut mendapat dorongan komersial yang tak terduga dari Permaisuri Eugenie dari Perancis, seperti dilansir laman Encyclopedia.com. Sebab, warna mauve Perkin telah membuat istri Napoleon III itu jatuh hati. Dalam waktu singkat, warna mauve ini dipakai semua wanita modis di Perancis.

Kepopuleran mauve juga menyebar di Inggris. Ini dimulai sejak Ratu Victoria Inggris juga tampil di depan umum mengenakan gaun ungu muda ke Royal Exhibition pada 1862. Ratu sangat cantik dalam warna ungu muda yang lembut itu. Karena itulah, mauve dengan cepat merebut pasar mode di Inggris.

Momen Perkin menemukan mauve ini dinilai sangat luar biasa karena bertepatan dengan industri tekstil yang tengah berada pada posisi yang tinggi. Pakaian ungu sangat banyak dalam berbagai gaya, tapi sangat mahal untuk sebagian besar orang. Mauve sintetis yang diproduksi Perkin ini akhirnya membuat warna eksklusif sekali ini mudah diakses, memicu hiruk-pikuk mode warna ungu.

Baca juga artikel terkait GOOGLE DOODLE atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari