Menuju konten utama

Sinopsis The Worst Person in the World Film Nominasi Oscar 2022

The Worst Person in the World sendiri telah dirilis pada 13 Oktober 2021 dan berhasil masuk nominasi 2 kategori di Oscar 2022.

Sinopsis The Worst Person in the World Film Nominasi Oscar 2022
Ilustrasi Film. foto/istockphoto

tirto.id - Acara penghargaan film tahunan Oscar 2022 yang digelar pada 28 Maret 2022 lalu memuat film Norwegia bertajuk The Worst Person in the World (2021) dalam dua kategori nominasi.

Kedua nominasi The Worst Person in the World tersebut adalah Film Internasional Terbaik dan Skenario Orisinal Terbaik.

The Worst Person in the World sendiri telah dirilis pada 13 Oktober 2021. Digarap oleh Joachim Trier dengan naskah ditulis olehnya bersama Eskil Vogt, film ini hadir dengan genre drama komedi romantis berdurasi 2 jam 8 menit.

The Worst Person in the World terhitung menjadi film ketiga dalam proyek "Oslo Trilogy" milik Joachim Trier mengikuti jejak Reprise (2006) dan Oslo, August 31st (2011).

Secara umum, film ini berhasil mendapat review positif. Hingga artikel ini dinaikkan pada Kamis (5/5/2022), ini mendapat rating total 87% dari 500 lebih pengguna di laman Rotten Tomatoes dan 7,4/10 dari 40 ribu pengguna di IMDb.

Carlos Aguilar, seorang kritikus film dari Roger Ebert, mendeskripsikan The Worst Person in the World, "Terasa seperti pemikiran yang lengkap dan unik yang merangkum sesuatu yang nyata dalam istilah visual yang tidak realistis—seperti trek pada album eklektik, yang meskipun nadanya berbeda-beda, merupakan satu kesatuan yang kohesif."

Selain dalam Oscar 2022, film yang dibintangi oleh Renate Reinsve dan Anders Danielsen Lie yang beradu akting sebagai pemeran utama ini juga masuk dalam nominasi Cannes Film Festival 2021.

Sinopsis Film The World Person in the World

Film The Worst Person in the World dibagi menjadi 12 chapter ditambah prolog dan epilog.

Dari 14 bagian yang ada, film ini menceritakan bagaimana jungkir-balik empat tahun kehidupan Julie (Renate Reinsve) mencari jalur karier yang tepat untuknya sekaligus menyelesaikan kehidupan percintaannya yang bermasalah.

Julie awalnya merupakan seorang mahasiswa kedokteran di Oslo yang mengambil keputusan untuk mempelajari psikologi dan putus dengan pacarnya. Setelah berpisah, ia kemudian berkencan dengan profesornya.

Saat ia sedang melihat-lihat rol kamera di ponsel, Julie kembali banting setir dengan memutuskan menjadi seorang fotografer.

Ia berganti pasangan lagi dan berkencan dengan seorang seniman komik Aksel Willman yang terpaut usia 15 tahun lebih tua darinya.

Kini, Julie memilih berkecimpung dalam dunia penulisan dan masih berpasangan dengan Aksel. Namun, saat di jalan pulang dari penerbitan buku Aksel, Julie bertemu Eivind yang berprofesi sebagai barista.

Kendati keduanya sedang sama-sama menjalin hubungan, mereka menghabiskan sepanjang malam bersama, berbagi keintiman tetapi saling mengklaim bahwa mereka tidak melakukan hubungan gelap atau perselingkuhan.

Mereka hanya bertukar nama depan mereka dan tidak merencanakan pertemuan lebih lanjut.

Namun, saat bekerja di toko buku, Julie bertemu Eivind dan pacarnya Sunniva. Sejak saat itu, Julie terus terbayang akan Eivind dan bagaimana jika mereka menjalin hubungan yang mesra.

Lalu, bagaimana akhir kisah dari Julie? Apakah ia dapat menemukan pekerjaan apa yang ingin dilakukannya sekaligus tambatan hatinya?

Baca juga artikel terkait OSCAR 2022 atau tulisan lainnya dari Nisa Hayyu Rahmia

tirto.id - Film
Kontributor: Nisa Hayyu Rahmia
Penulis: Nisa Hayyu Rahmia
Editor: Maria Ulfa