Sinopsis The Legacy of the Bones: Penyelidikan Pembunuhan Berantai

Oleh: Mulia Budi - 8 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sinopsis The Legacy of the Bones di Netflix mengisahkan tentang penyelidikan pembunuhan berantai.
tirto.id - Film The Legacy of the Bones saat ini sudah bisa disaksikan di layanan streaming Netflix.

Film ini mengisahkan penyelidikan seorang polisi wanita dari departemen pembunuhan Navarra, Spanyol.

Kasus yang harus dipecahkan adalah pembunuhan berantai yang meninggalkan tanda terpotongnya salah satu lengan para korban.

Film dengan judul asli Legado En Los Huesos tersebut berdurasi 2 jam 1 menit dengan genre misteri, thriller dan rilis pertama kali pada 5 Desember 2019 di Spanyol.

Disutradarai oleh Fernando Gonzalez Molina, film ini diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama oleh penulis Dolores Redondo.

Di situs IMDb, film ini mendapatkan rating 6,2/10 berdasarkan 6.774 penilai. Sementara, di situs Rotten Tomatoes film ini memperoleh skor tomatometer 80 persen, dan skor penonton 41 persen.

Pemeran dalam film ini antara lain Marta Etura, Nene, Leonardo Sbaraglia, Francesc Orella, Benn Northover, Imanol Arias, Patricia Lopez Arnaiz, Alicia Sanchez, dan Itziar Aizpuru.

Sinopsis The Legacy of the Bones


Plot ceritanya akan mengikuti penyelidikan kasus pembunuhan berantai yang ditangani oleh inspektur Amaia Salazar (Marta Etura), dari Navarra.

Kasus tersebut bermula dari tindakan bunuh diri seorang tahanan bernama Jason Medina di toilet pengadilan Pamplona, yang meninggalkan secarik kertas di sakunya bertuliskan “Tarttalo”.

Kala itu, Amaia juga melahirkan seorang bayi laki-laki bernama Ibai.

Empat bulan kemudian, Amaia ditugaskan menangani penyerangan yang terjadi di gereja St. John, Arizkun.

Penyerangan pertama dilakukan dengan perusakan barang-barang gereja dan pelemparan tulang belulang ke lantai.

Dua minggu setelahnya, penyerangan kembali terjadi namun tidak disertai perusakan melainkan ditinggalkannya kerangka lengan bayi di altar gereja.

Penyelidikan pun berlanjut dengan ditemukannya mayat wanita bernama Johana Marquez, yang terkubur dengan salah satu lengan yang terpotong.

Amaia kembali menemukan secarik kertas dengan tulisan yang sama pada saku Johana, yaitu “Tarttalo”.

Tak lama kemudian, kasus serupa kembali terjadi. Suami dari Johana yang mendekam di penjara juga tewas dengan lengan yang terpotong dan kertas bertuliskan “Tarttalo”.

Kasus tersebut menjadi lebih membingungkan tatkala lengan Johana ditemukan bersama tumpukan tulang lainnya, di gua Arri Zahar.

Tak hanya itu, hasil penyelidikan DNA kerangka tulang lengan bayi yang ditinggalkan di altar gereja ternyata 100 persen cocok dengan DNA tulang Amaia.

Sementara, tulang pada penyerangan pertama memiliki kecocokan 25 persen.

Amaia pun bergegas mencari tahu apakah dirinya memiliki saudara kembar ke berbagai orang mulai dari keluarga, dokter kota yang menangani kelahiran sang ibu, dan lainnya.

Satu rahasia besar akhirnya terungkap, ibu Amaia bernama Rosario Iturzaeta (Miren Gaztanaga) yang dirawat di klinik psikiater ternyata mengikuti sebuah kepercayaan sihir hingga mengorbankan saudara kembar Amaia ketika baru saja dilahirkan.

Selain itu, Rosario pernah membunuh seseorang ketika berada dalam klinik menggunakan pisau bedah yang tidak diketahui asalnya, dan menuliskan kata “Tarttalo” dengan darah.

Pada salah satu rekaman, menunjukkan Rosario sedang berbincang dengan Dr. Berasategui, yaitu dokter yang menanganinya.

Rosario berkata bahwa Amaia hanya menjenguknya sekali, dan ia ingin mengorbankan anak Amaia untuk mengikuti kepercayaannya tersebut.

Ketakutan besar pun dialami Amaia karena Rosario kabur dari klinik psikiater, Amaia pun langsung menghubungi sang kakak untuk datang ke rumahnya dan menjaga Ibai.

Sayangnya, Rosario telah berhasil membawa pergi Ibai.

Akankan Amaia dapat menyelamatkan putranya dan memecahkan kasus tersebut dengan mengetahui makna “Tarttalo”?


Baca juga artikel terkait THE LEGACY OF THE BONES atau tulisan menarik lainnya Mulia Budi
(tirto.id - Film)

Kontributor: Mulia Budi
Penulis: Mulia Budi
Editor: Dhita Koesno
DarkLight