Sinopsis Surat dari Praha, Film Besutan Angga Dwimas Sasongko

Oleh: Kristina S - 8 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sinopsis film Surat dari Praha yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko. Film ini dibinangi Julie Estelle, Widyawati, Tio Pakusadewo, Rio Dewanto.
tirto.id - Surat dari praha merupakan film romansa yang menampilkan idealisme seorang mahasiswa ikatan dinas yang dikirim ke Praha, Ceko. Film ini menampilkan seorang perempuan yang keras kepala bernama, Larasati.

Surat dari Praha
rilis pada tahun 2016 oleh sutradara tersohor, Angga Dwimas Sasongko. Film ini melibatkan pemeran seperti; Julie Estelle, Widyawati, Tio Pakusadewo, Rio Dewanto, serta Chicco Jerikho. Surat dari Praha berdurasi 1 jam 38 Menit, film ini sudah dapat dinikmati di Netflix. Film ini tayang pada 28 Januari 2016 dengan rating 7.2 dari 10 di IMDb.

Surat dari Praha berawal saat Laras dan ibunya Sulastri memiliki hubungan keluarga yang tidak harmonis. Saat ibunya meninggal, Laras berangkat ke Praha untuk menunaikan wasiat yang ia kira akan berjalan dengan mudah, setelah sampai di Praha ia menghadapi gejolak.

Surat Sulastri dituju kepada Jaya. Seorang Lelaki yang menjadi mantan tunangan ibunya. Laras yang dikenal dengan keras kepalanya mengetuk pintu apartemen Jaya dan memintanya untuk menandatangi surat tersebut. Tetapi, Jaya menolak dan Laras tertimpa musibah, dirampok.

Kotak tersebut berisi surat-surat yang diduga oleh Laras penyebab hubungan keluarganya menjadi tidak harmonis dan mencelakai ayahnya. Pertemuan Laras dan Jaya membuat mereka memahami persoalan yang terjadi dengan sebenarnya. Kotak tersebut berisi surat-surat yang dikirim Jaya kepada Sulastri.

“November 1989; yang terkasih Sulastri. Revolusi sudah bergulir di sini. Para pelajar tumpah di jalan-jalan. Sejauh ini, semua berjalan dengan baik. Meski beberapa kali terjadi chaos, antara mahasiswa dan aparat keamanan.”

Surat tersebut membuat Laras tersadar bahwa Jaya merupakan simpatisan komunis. Hal ini membuat pergumulan dan perdebatan yang menyadarkan Laras.

Tersengal suara Jaya menjelaskan bahwasanya “saya menolak orde baru. Saya menolak Soeharto dan atas keputusan itu. Saya kehilangan kewarganegaraan, tidak bisa kembali ke tanah air. Tapi saya bukan komunis.” Ujar, Jaya.

Surat tersebut menguak kenangan kisah cinta Jaya dan Sulastri. Perdebatan ini menghantarkan mereka pada pertemuan yang berujung seperti apa? Simak tanyangan lengkapnya di Netflix.


Baca juga artikel terkait SINOPSIS FILM atau tulisan menarik lainnya Kristina S
(tirto.id - Film)

Kontributor: Kristina S
Penulis: Kristina S
Editor: Yantina Debora
DarkLight