Menuju konten utama

Sinopsis Pele: Birth of a Legend Bioskop Trans TV: Kisah Si Pele

Nonton film Pele Birth of a Legend, tentang kisah hidup sang legenda sepakbola Pele.

Sinopsis Pele: Birth of a Legend Bioskop Trans TV: Kisah Si Pele
Poster film Pele. FOTO/IMDB

tirto.id - Pele: Birth of a Legend merupakan film biografi tentang sosok Pele, pemain sepak bola legendaris asal Brasil. Film yang dirilis tahun 2016 tersebut akan tayang di Bioskop Trans TV hari Jumat (5/8/22) pukul 23.30 WIB.

Cerita film ini akan berfokus pada kehidupan Pele sebelum ia menjadi seorang legenda. Mulai dari kehidupannya saat masih anak-anak, asal usul nama Pele, hingga perjuangannya menjadi pesepak bola profesional.

Pele: Birth of a Legend merupakan film garapan Jeff dan Michael Zimbalist yang bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis skenarionya. Film ini dibintangi oleh Kevin de Paula, Seu Jorge, Mariana Nunes, dan Vincent D'Onofrio.

Pele: Birth of a Legend mendapat rating 7,1/10 di situs IMDb. Sementara Rotten Tomatoes memberikan rating 33 persen dengan skor audiens 69 persen.

Sinopsis Film Pele: Birth of a Legend

Di sebuah kawasan kumuh di Brasil, ada seorang anak laki-laki bernama Dico yang suka bermain sepak bola bersama teman-temannya sebayanya.

Dico tinggal bersama sang ibu yang bekerja sebagai pembantu di rumah orang kaya. Sementara ayah Dico bekerja sebagai cleaning service, tapi ia sebenarnya adalah mantan pemain sepak bola profesional yang harus pensiun karena mengalami cedera.

Keinginan Dico menjadi pemain bola bermula ketika ia melihat ayahnya bersedih sampai menangis gara-gara Brasil kalah dalam Piala Dunia tahun 1950. Melihat hal itu, Dico berjanji pada sang ayah kalau ia akan menjadi pemain bola dan membuat Brasil menang di Piala Dunia.

Suatu hari, Dico ikut dengan ibunya bekerja di salah satu rumah orang kaya. Anak sang majikan, Jose Altafini, tampak baru datang bersama teman-temanya dan bertemu Dico di dapur.

Dico lalu berkata kalau ia ingin menjadi pesepak bola seperti idolanya yang bernama Bile. Tapi saat itu Dico salah ucap dan malah menyebut Pele. Hal itu malah membuat Dico di-bully oleh Jose, dan sejak saat itulah Dico diolok-olok dengan nama Pele.

Meski saat itu Dico nyaris berkelahi dengan Jose, pertemuan ini rupanya membawa keberuntungan tersendiri. Dico sempat mengambil kertas milik Jose yang berisi informasi tentang sebuah turnamen sepak bola.

Dico dan teman-temannya pun mendaftarkan diri dan ikut bertanding. Mereka bahkan berhasil memenangkan beberapa pertandingan sampai akhirnya lolos ke babak final.

Dico dan timnya lagi-lagi di-bully karena mereka bertanding tanpa sepatu. Tak hanya itu, Dico juga terus-menerus dipanggil Pele meskipun Dico tidak menyukainya.

Sayangnya, tim Dico harus kalah di babak final, tapi permainannya justru menarik perhatian banyak orang. Bahkan, para penonton terlihat kagum dan mengelu-elukan nama Pele.

Saat itulah bakat Dico mulai dilirik oleh klub Santos. Dengan dukungan sang ayah yang juga turut melatihnya, Dico pun bertekad untuk menjadi pemain bola profesional.

Tapi perjuangan Dico tidaklah mudah. Teknik atau cara bermainnya diprotes habis-habisan oleh sang pelatih.

Dico bahkan sempat frustasi hingga memilih meninggalkan klubnya. Lalu bagaimana perjuangan Dico selanjutnya sampai ia berhasil membawa Brasil memenangkan Piala Dunia?

Baca juga artikel terkait BIOSKOP TRANS TV atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Film
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yandri Daniel Damaledo