Sinopsis Kucumbu Tubuh Indahku, Film Garin yang Tayang Hari Ini

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 18 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kucumbu Tubuh Indahku mengangkat kisah tentang perjalanan hidup seorang penari di sebuah desa kecil di Jawa.
tirto.id - Film terbaru Garin Nugroho, Kucumbu Tubuh Indahku akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis (18/4/2019). Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tirto, film ini mengangkat kisah tentang perjalanan hidup seorang penari di sebuah desa kecil di Jawa.

Juno Kecil, terpaksa harus hidup sendiri sejak ayahnya meninggalkannya akibat kekerasaan yang dialami. Di tengah kesendiriaanya, Juno akhirnya bergabung dengan sanggar tari Lengger.

Trauma dialami Juno pertama kali ketika ia melihat konflik guru tari lengger senior di desanya. Sejak itu, Juno harus hidup berpindah pindah dari satu desa ke desa lain.

Seiring dengan perjalannya menjadi dewasa, Juno mendapat perhatian dan kasih sayang dari guru tarinya, bibinya seorang penjual ayam, pamannya seorang penjahit, seorang petinju, dan seorang Warok.

Semua pengalaman yang dilalui membuat Juno memiliki sebuah perjalanan yang membawanya menemukan keindahan hidup.

Cerita dalam film ini diangkat dari kisah seorang penari dan koreografer bernama Rianto. Ia juga bermain dalam film Kucumbu Tubuh Indahku sebagai Juno Dewasa.

Selain itu, karakter Juno juga diperankan oleh dua aktor lain, yaitu Muhammad Khan sebagai Juno Remaja dan Raditya Evandra sebagai Juno Kecil. Selain kisah hidup Rianto, kisah kelompok-kelompok tari di Jawa juga menjadi inspirasi cerita dalam film ini.

Film ini juga melibatkan beberapa pemain seperti, Sujiwo Tejo (Guru Lengger), Teuku Rifnu Wikana (Bupati), Randy Pangalila (Petinju), Whani Dharmawan (Warok), Endah Laras (Bibi Juno) dan Windarti (Guru Tari).

Selain itu, musisi Mondo Gascaro menjadi pengisi soundtrack dan music composer dalam film ini.

Kucumbu Tubuh Indahku telah ditayangkan di beberapa event dan festival film internasional serta mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya ‘Bisato D’oro Award Venice Independent Film Critic (Italia, 2018), Best Film pada Festival Des 3 Continents (Perancis, 2018), dan Cultural Diversity Award under The Patronage of UNESCO pada Asia Pasific Screen Awards (Australia, 2018).


Baca juga artikel terkait SINOPSIS FILM atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Film)


Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH