Sinopsis Kasam Hari Ini 2 Desember 2019: Keluarga Raj Dipenjara

Oleh: Sarah Rahma Agustin - 2 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sinopsis Kasam hari ini 2 Desember 2019: Bani menjebloskan keluarga Paman Raj ke penjara atas tuduhan upaya pembunuhan.
tirto.id - Drama India Kasam Teri Pyaar Ki episode 55 tayang di ANTV Senin (2/12/2019) pukul 11.00 WIB. Sinopsis Kasam hari ini mengisahkan tentang Bani yang menjebloskan keluarga Paman Raj ke penjara atas tuduhan upaya pembunuhan. Sebelumnya Bani melihat Malaika menuangkan minyak ke anak tangga hingga Tanuja terpeleset dan hingga berdarah. Bani memanfaatkan kejadian tersebut dan melaporkannya ke polisi.

Malaika mengambil sebuah lilin yang menyala di atas meja. Ia melihat lilin tersebut yang dialasi minyak. Perlahan Malika berjalan menuju ke tangga, ia menengok kanan kiri, memastikan tak ada orang yang melihatnya. Ia kemudian menuangkan minyak tersebut ke anak tangga.

Setelah itu, Malaika bergegas menuju kamar dan terkejut saat Bani mengamatinya. Malaika tak menghiraukan Bani yang sedari tadi mengamati rencana jahat Malaika yang hendak mencelakai Rano.

Rano keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua, tetapi tak lama, ia segera masuk kamar kembali. Sementara Tanuja keluar dari kamar dan menuruni tangga. Karena ada jebakan dari Malaika, Tanuja terpeleset hingga berdarah.

Manpreet dan Paman Raj segera menolong Tanuja yang keningnya mengeluarkan darah. Ia terpeleset saat turun ke tangga. Tanuja tak melihat jika ada minyak di tangga tersebut.

Paman Raj meminta Ahana untuk memanggil dokter. Manpreet segera menggendong Tanuja menuju ke sofa. Pamna Raj, Ahana, Manpreet tampak panik melihat kening Tanuja yang berdarah.

Rano perlahan menuruni tangga menuju ke ruang tamu. Ia mengingat soal Bani yang benci dengannya. Bani yang dari tadi diam di balik tembok segera menemui Tanuja, mimik wajahnya tampak khawatir dan meminta Tanuja untuk membuka mata.

Rishi yang baru saja melangsungkan rapat segera menuju kantor polisi karena mendapat kabar laporan kasus yang menyangkut keluarganya. Polisi menyodorkan laporan perkara tersebut, ia segera menuju ke rumah untuk bertanya pada keluarganya.

Esok harinya, polisi datang ke rumah Rano. Laporan Bani beberapa hari lalu telah ditindaklanjuti. Saat polisi datang, Tanuja sedang terkulai lemas di sofa ruang tamu. Paman Raj dan keluarganya terkejut saat beberapa polisi masuk ke rumahnya.

"Ini anakku. Mereka semua berusaha membunuhnya," ujar Bani.

Semua orang terkejut mendengar pernyataan Bani yang menganggap keluarga Paman Raj berusaha membunuh Tanuja. Bani kemudian menarik tubuh Malaika, ia menjelaskan pada polisi, beberapa hari lalau Malaika mencoba mencelakai Tanuja dengan menuang minyak di anak tangga hingga akhirnya Tanuja terpeleset. Namun Malaika menepis tudingan tersebut.

"Semua orang berusaha mencelakai putriku," kata Bani.

"Perempuan ini berbohong, polisi," ujar Rano.

Nenek kemudian memberitahu polisi apa yang disampaikan oleh Bani adalah bohong. Bani membentak polisi agar ia ingat apa tugasnya. Polisi kemudian membawa keluarga Rano menuju kantor polisi. Paman Raj ingin memberi penjelasan juga memberi kabar pada Rishi, tetapi polisi tak memberi waktu. Bani tersenyum lebar saat semua keluarga Paman Raj dibawa oleh polisi.

Nenek menangis di dalam penjara. Keluarga tersebut menempati dua sel yang berhadapan. Sesaat kemudian, Rishi datang, ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Rano, ibunya segera memberitahunya, Bani telah berbohong dan melaporkan mereka atas tuduhan upaya pembunuhan terhadap Tanuja.

Rano marah karena ia sangat kecewa pada Tanuja dan keluarga Tanuja. Rano juga menyalahkan Paman Raj karena telah mengizinkan Tanuja dan keluarganya tinggal di rumahnya. Paman Raj terdiam.

"Aku akan mengurus semuanya, Mama. Tak perlu khawatir," jawab Rishi singkat.

“Nak, ibumu sangat sedih. Tanuja sebenarnya tidak melakukan itu semua," kata Paman Raj memberitahu Rishi.

Rano yang mendengar penjelasan suaminya menjadi sangat marah.


Baca juga artikel terkait FILM KASAM atau tulisan menarik lainnya Sarah Rahma Agustin
(tirto.id - Film)

Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight