Sinopsis Kasam 21 Desember: Putusan Sidang Hak Asuh Natasya Ditunda

Oleh: Sarah Rahma Agustin - 21 Desember 2019
Dibaca Normal 2 menit
Drama India Kasam Tere Pyaar Ki episode ke-74 tayang di ANTV, hari ini Sabtu (21/12/2019) pukul 12.00 WIB.
tirto.id - Drama India Kasam Tere Pyaar Ki episode ke-74 tayang di ANTV, hari ini Sabtu (21/12/2019) pukul 12.00 WIB. Sinopsis Kasam hari ini mengisahkan tentang Rishi yang berhasil merencanakan penundaan putusan persidangan dengan pengacara yang pura-pura sakit.

Tanuja yang menyadari kelicikan Rishi tampak kesal. Ia juga kesal dengan Abhishak yang tak bisa berbuat apa pun. Usai persidangan, Rishi mengambalikan boneka Natasya yang tertinggal di mobilnya dan melihat tangan Tanuja terluka.

Rishi telah berdiri di depan hakim dan seluruh peserta sidang yang ada di ruangan. Ia menyampaikan bahwa kesalahannya tujuh tahun lalu tak perlu diungkin.

Waktu itu, ia tak mengetahui jika Natasya adalah putrinya. Rishi juga menjelaskan tak ada satu pun ayah yang ingin terpisah dari putrinya. Tanuja yang sedang duduk di kursi tampak menitikan air mata mendengar pernyataan Rishi.

“Tolong, dia adalah putriku. Aku sangat mencintainya. Izinkan aku untuk mengasuhnya,” Di tengah-tengah Rishi berbicara, tiba tiba pengacaranya berteriak dan memegang perutnya.

Seluruh orang di ruangan tersebut berdiri. Kemudian hakim memutuskan sidang ditunda untuk sementara karena pengacara Rishi sedang sakit.

“Mr Rishi Bedi. Aku suka naskah drama emosionalmu,” Abhishak beranjak dari duduknya menghampiri Rishi. Rishi hanya menjawab bahwa tak ada naskah apa pun yang ia siapkan sebelum akhirnya pamit untuk meninggalkan Tanuja dan Abhishak.


Di luar ruangan, pengacara berbincang dengan paman Raj dan keluarga. Ia menyampaikan bahwa sebentar lagi hak asuh anak akan didapatkan oleh Rishi. Pengacara juga menjelaskan bahwa Natasya akan segera berpisah dengan Tanuja.

“Tidak. Dia adalah ibu. Kita akan membesarkan anak bersama,” sahut Rishi yang baru saja datang. Ia menyampaikan bahwa hak asuh anak bukan berarti memisahkan Natasya dengan ibunya. Paman Raj tampak bernafas lega mendengar penjelasan anaknya.

Tanuja dan Abhishak terkejut saat melihat pengacara Rishi berada di sebuah restoran. Tanuja dan Abhishak mengira bahwa pengacara tersebut masih dirawat di rumah sakit. Pengacara itu mengajak duduk Tanuja dan Abhishak dan berbincang tentang kasus yang disidangkan.

Sesampainya di rumah, Tanuja menuju dapur. Ia terus menggerutu bahwa sakit yang dialami oleh pengacara adalah bagian dari upaya Rishi untuk menunda keputusan hak asuh anak.

Tanuja terus memotong sayuran tak beraturan karena kesal dengan Rishi. Abhishak mendekati Tanuja yang tampak kesal, namun Tanuja justru memarahi Abhishak karena tak bisa berbuat apa pun saat Rishi berusaha mengelabuhinya dengan menunda putusan persidangan.

Tanuja meminta agar Abhishak meninggalkannya. Tanuja kembali memotong sayuran dan tangannya berdarah karena terkena pisau.

“Jika kamu benar mencintai Rishi, pergilah,” ujar Hakim pengadilan saat Netra menemuinya di rumah. Netra tampak ketakutan berhadapan dengan hakim tersebut. Sesama perempuan, tentu hakim tersebut sangat mengerti bagaimana perasaan Netra.

Rishi membawa semua boneka ke rumah Natasya. Ia menekan bel rumah walaupun pintu rumah terbuka lebar. Beberapa saat kemudian, Tanuja keluar menghampiri Rishi yang berdiri di depan pintu. “Aku ingin mengembalikan ini pada Natasya.” ujar Rishi.

“Biar aku saja yang memberikan pada Natasya.”

“Sampaikan padanya, Mr tampan yang memberikan boneka tersebut yang tertinggal di mobilnya”. Sebelum Rishi meninggalkan rumah tersebut, ia melihat tangan Tanuja berdarah. Rishi sempat bertanya pada Tanuja dan kemudian Rishi menggandeng tangan Tanuja masuk ke rumah.

Tanuja sempat meminta Rishi agar melepaskan tangannya. Rishi kemudian membersihkan tangan Tanuja dengan air. Ia bertanya pada Tanuja di mana tempat obat, namun Tanuja tak juga menjawab.

Rishi sempat mengancam Tanuja akan membawanya ke rumah sakit jika ia tak juga menjawabnya. Tangan Tanuja segera membungkam mulut Rishi. Tanuja menjelaskan bahwa Abhishak sedang berada di rumah, Abhishak sangat membencinya, ia bisa saja diusir.

“Kembali atau aku akan menciummu,” Rishi menatap tanjam Tanuja. Kemudian perlahan Tanuja melangkah mundur. Rishi tampak tersenyum melihat Tanuja. Ia kembali mendekati Tanuja dan terus menggodanya.

“Kau mengira aku akan menciummu dan kau akan bilang ke Abhishak bahwa Rishi telah menciumku?” Rishi menjulurkan lidahnya. Kemudian Tanuja menuju kotak obat yang ada di dekatnya, Rishi segera membantu Tanuja mengobati tangannya yang terluka.

Baca juga artikel terkait KASAM atau tulisan menarik lainnya Sarah Rahma Agustin
(tirto.id - Film)

Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight