Sinopsis Drama India Kasam: Hari ini Rishi Tinggal di Rumah Tanuja

Oleh: Sarah Rahma Agustin - 24 Desember 2019
Dibaca Normal 1 menit
Tanuja membagikan sepotong roti untuk setiap orangnya. Ia telah memisahkan rasa roti yang pedas dengan yang gurih.
tirto.id - Drama India Kasam Tere Pyaar Ki episode ke-77 tayang di ANTV, hari ini Selasa (24/12/2019) pukul 13.30 WIB.

Sinopsis Kasam hari ini mengisahkan tentang Rishi yang tinggal di rumah Tanuja usai mengalami pemukulan. Saat berada di rumah, Rishi terus menggoda Tanuja hingga memintanya kembali kepadanya.

Tanuja sedang membuat roti di dapur untuk sarapan. Ia memasukkan cabai di roti tersebut dengan sangat banyak. Saat roti sudah jadi, ia membawanya ke ruang makan, Rishi sedang berbincang dengan bibi sembari memegang tangan bibi. Kemudian Tanuja mengajak seluruh orang di rumah tersebut untuk sarapan bersama tak terkecuali Rishi dan Abhishak.

“Kamu tertarik dengan bibi? Oke!" Ujar Tanuja menarik piring roti saat Rishi hendak mengambilnya.

“Aku hanya mencintaimu, bukan bibi.”

Tanuja membagikan sepotong roti untuk setiap orangnya. Ia telah memisahkan rasa roti yang pedas dengan yang gurih. Di depan Rishi, sudah ada sepotong roti rasa gurih, tetapi Tanuja menukarnya dengan Roti yang pedas.

Rishi sempat bertanya mengapa rotinya ditukar, Tanuja hanya menjawab agar rasa roti Rishi sama dengan roti Abhishak. Saat bibi, Abhishak memulai makan, Rishi memegang tangan Tanuja yang berada di bawah meja, Tanuja tersedak.

Rishi kemudian menuangkan air di cangkirnya. Bibi sempat mengingatkan agar Tanuja tak tergesa-gesa. Usai minum, Tanuja menendang kaki Rishi dengan pelan. Rishi berteriak, Abhishak yang berada di depannya sempat curiga tetapi Rishi segera mengalihkannya.

“ Terima kasih atas sarapan paginya, Tanuja. Aku tak akan melupakan ini,” Rishi memakan seluruh roti pedas yang dibuat oleh Tanuja.

Wajah Tanuja khawatir, ia tak percaya jika Rishi menghabiskan roti yang ia beri cabai sangat banyak. Rishi beranjak dari kursinya. Baru beberapa langkah, Rishi merintih dan memegangi perutnya, dan berlari ke kamar.

Rishi meneguk air yang ada di meja, ia tampak kesakitan dan terus berlari kecil merasai cabai yang ia makan. Pembantu yang ada di rumah tampak memberi tahu Tanuja jika Rishi kesakitan di kamar. Tanuja segera mengambil madu, sendok dan juga bubuk cabai. Ia segera menuju kamar Rishi.

“Aku baik-baik saja. Aku kuat. Sini aku akan makan cabai itu”, Rishi langsung bangkit dari tidurnya saat melihat Tanuja berada di depan pintu kamarnya. Rishi tak mau jika Tanuja melihat dirinya kepedesan.

“Maafkan aku”

“Beri aku seluruh yang kau mau,” Tanuja menuangkan bubuk cabai ke sendok. Rishi yang melihat itu bertanya lagi ke Tanuja apakah ia akan memberinya cabai. Tak disangka, Tanuja justru melahap sesendok bubuk cabai tersebut.

“Kau gila, Tanuja,” Rishi tampak panik. Tanuja tersedak berkali kali. Rishi kemudian menuangkan madu ke sendok dan menyodorkannya ke mulut Tanuja.

Berkali-kali Tanuja menolaknya tetapi akhirnya Tanuja mau meminum madu suapan Rishi. Meraka berdua berhadapan, air mata perlahan mengalir di pelipis mata keduanya. Tiba-tiba Abhishak memanggilnya.

“Tolong kembalilah ke rumah. Aku tahu kau akan menjawab apa?" Pinta Rishi saat Tanuja menengok ke luar kamar

“Mengapa kau memintaku? tolonglah,” jawab Tanuja sebelum akhirnya keluar dari kamar Rishi.

Sesat kemudian, Tanuja menelefon Ahana. Ia memberitahu Ahana bahwa Rishi saat ini tinggal di rumahnya dan tak mau pulang.

Tanuja ingin bertemu Ahana untuk menceritakan tentang Rishi. Namun telefon mereka berdua harus berakhir karena pembantu Tanuja masuk ke kamar membawakan baju Tanuja.

Di kamar, Tanuja tampak kesal melihat Rishi yang dekat dengan bibi. Tiba-tiba, Rishi sudah berada di pintu kamarnya.

Rishi terus menggoda Tanuja, bahwa ia cinta dengan bibi. Tanuja segera menutup pintu kamar karena ingin ngobrol serius dengan Rishi tapi tiba-tiba Rishi memeluknya. Rishi menyibakkan rambut Tanuja yang menutupi wajahnya.


Baca juga artikel terkait DRAMA INDIA atau tulisan menarik lainnya Sarah Rahma Agustin
(tirto.id - Film)

Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight