Sinopsis dan Trailer Film Apollo 18 yang di Bintangi Lloyd Owen

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 20 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Film Apollo 18 bercerita soal Kementerian Pertahanan Amerika Serikat yang mengontak awak misi Apollo 18 yang sebelumnya dibatalkan. Mereka memberitahu bahwa misi ini akan dilaksanakan, meskipun harus dirahasiakan.
tirto.id - Film Apollo 18 bercerita soal misi Apollo 18 yang dibatalkan, padahal sebenarnya telah diluncurkan pada bulan Desember 1974, hanya saja awak roket ini tidak pernah kembali.

Apollo 18 merupakan film besutan sutradara Gonzalo López-Gallego serta diproduksi oleh Timur Bekmambetov. Sementara penulis skenarionya Brian Miller. Film ini rilis pada 2 September 2011 dan berdurasi selama 86 menit.

Box Office Mojo mencatat, pendapatan film Apollo 18 lebih dari 26 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Situs IMDb memberi penilaian 5,2 dari 10. Sementara, situs Rotten Tomatoes memberi skor 23 persen dan penonton memberi skor 23 persen.

Diceritakan pada bulan Desember 1974, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengontak awak misi Apollo 18 yang sebelumnya dibatalkan. Mereka memberitahu bahwa misi ini akan dilaksanakan, meskipun harus dirahasiakan.

Komandan Nathan Walker (Lloyd Owen), Letnan Kolonel John Grey (Ryan Robbins) dan Kapten Benjamin Anderson (Warren Christei) diluncurkan ke Bulan, secara resmi untuk mengumpulkan batu-batu bulan, tetapi misi sesungguhnya ialah untuk menempatkan detektor yang bisa memperingatkan Amerika Serikat dari setiap serangan rudal balistik antar benua (RBAB) Uni Sovyet.

Grey tetap berada di orbit roket Freedom, sedangkan Walker dan Anderson mendarat di Bulan dengan modul Liberty.

Sementara mereka menempatkan salah satu detektor, mereka juga mengambil sampel batu-batuan aneh. Ketika mereka mencoba untuk tidur, kedua orang itu mendengar suara-suara di luar dan kamera merekam gambar bagaimana batu-batu kecil bergerak di dekatnya.

Houston mengklaim bahwa suara adalah gangguan dari detektor RBAB. Anderson lalu menemukan sampel batuan di lantai Liberty, walaupun dia percaya sudah menyimpan sampel dengan baik.

Selama penjelajahan lebih lanjut, ketiganya menemukan jejak kaki yang membawa mereka ke modul pendaratan Bulan Uni Sovyet.

Mereka bisa memasuki modul pendaratan tersebut, dan mereka menemukan bahwa modul itu masih fungsional tapi di dalamnya ditemukan banyak darah.

Anderson lalu pergi menuju ke kawah gelap dan menemukan seorang kosmonaut mati. Walker lalu bertanya kepada pusat komando di Houston mengenai keberadaan Uni Sovyet di Bulan, tetapi pertanyaannya tidak digubris dan diminta melanjutkan misi.

Sehari selanjutnya, kedua astronaut ini melihat bahwa bendera Amerika yang mereka pasang telah hilang. Karena misi mereka sudah selesai, maka kedua orang ini mempersiapkan diri untuk meninggalkan Bulan.

Namun, peluncuran modul harus dibatalkan karena Liberty bergetar kencang. Setelah diperiksa ternayata modul bulan ini mengalami banyak kerusakan dan di sekitar modul terdapat jejak-jejak non-manusia.

Walker menyatakan bahwa jejak-jejak ini adalah bukti adanya kehidupan non-bumi. Lalu Walker merasa ada sesuatu yang bergerak di dalam pakaian luar angkasa dan helmnya. Ia menjadi panik melihat ada semacam makhluk yang mirip laba-laba merangkak di mukanya.

Anderson lalu menemukan Walker tergeletak pingsan, ia membawa Walker masuk ke Liberty. Setelah ia siuman lagi, Walker menyangkal semuanya. Mereka lalu mencoba mengontak Bumi, tetapi gagal.

Walker yang menggigau lalu berusaha merusak kamera yang terdapat di dalam Liberty. Yang ia rusak akhirnya malahan sistem pemandu dan akibatnya tekanan udara menurun. Sehingga peluang satu-satunya untuk mereka ialah modul Bulan Uni Sovyet.

Lalu mereka memutuskan untuk pergi ke sana dengan lunar rover. Anderson menduga bahwa maksud sejati untuk memasang detektor RBAB ini ialah untuk memancing para alien ini.

Walker nampak kesakitan karena lukanya terinfeksi dan ia menjadi paranoid. Kamera di dalam Liberty merekam gambar bahwa batu-batu Bulan bergerak dan dengan ini ternyata batu-batu tersebut merupakan alien.


Baca juga artikel terkait SINOPSIS FILM atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Film)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight