Sindrom Guillain-Barre, Kelumpuhan Otot Karena Kesalahan Sisem Imun

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 27 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Mengenal penyebab dan pengobatan Sindrom Guillain-Barre
tirto.id - Sindrom Guillain-Barre (GBS) merupakan salah satu penyakit langka, yang mana imun tubuh menyerang sistem saraf.

Gejala awal GBS adalah munculnya rasa lemah dan geli di sekitar persendian. Sensasi gatal dan lemah tersebut kemudian menyebar, dan pada titik tertentu menyebabkan kelumpuhan seluruh tubuh.

Orang yang mengalami gejala sindrom Guillain-Barre mayoritas akan dirujuk untuk menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

Sebagaimana dilansir Mayoclinic, penyakit yang belum diketahui penyebabnya ini dapat dipicu oleh infeksi dari saluran pernapasan atau flu perut.

Gejala-gejala Sindrom Guillain-Barre:
  • Rasa geli, kebas, dan menusuk di jari-jari tangan dan kaki, di tungkai atau pergelangan tangan
  • Kaki melemah yang kemudian menjalar ke seluruh tubuh
  • Kesulitan mengerakan bola mata dan wajah, termasuk mengunyah, berbicara, dan menelan.
  • Beberapa kasus kesakitan atau kram memburuk di malam hari
  • Kesulitan mengontrol kinerja kandung kemih atau usus
  • Jantung berdebar
  • Tekanan darah tinggi atau rendah
  • Kesulitan bernafas.
Gejala GBS akan terasa setelah 2 hingga 4 minggu penyakit ini menyerang tubuh, yang biasanya dimulai dari wajah atau lengan. Otot yang lemah dapat berkembang menjadi kelumpuhan di bagian tubuh bahkan seluruh tubuh.

Secara umum, pengidap GBS mengalami masalah di sistem imun. Ketika seharusnya sistem imun menyerang bakteri atau komponen yang membahayakan tubuh, justru imun menyerang saraf tubuh, dengan kata lain penyebab GBS adalah kelainan sistem imun tubuh yang menyerang saraf.

Pemicu sindrom ini antara lain keracunan makanan, terutama yang mengandung bakteri Campylobacter, flu, demam kelenjar, HIV, dan demam berdarah dengue, serta virus zika.

Pencegahan virus ini dilakukan dengan pemberian vaksin. NHS mencatat bahwa pemberian vaksin flu selama epidemi swine flu berlangsung dapat turut mencegah sindrom ini.

Karena sindrom ini belum memiliki penyebab spesifik secara jelas, pencegahan baik adalah dengan pemberian vaksin flu, karena seringkali GBS dipicu oleh infeki virus dari flu. Namun, tidak jarang operasi, luka, dan prosedur kesehatan seperti transplantasi tulang sumsum dapat memicu sindrom ini.

Jika mengalami gejala di atas, pemeriksaan segera ke dokter penting dilakukan untuk mencegah keadaan lebih buruk. Praktisi kesehatan akan melakukan tes fisik, yang kemudian dilanjutkan dengan tes saraf, seperti electromyography (EMG), yaitu dengan mengirimkan sinyal listrik ke saraf dan melihat reaksi dari saraf tersebut, jika terdapat kelumpuhan, saraf umumnya tidak merespons dengan baik.

Selain itu, pemeriksaan dengan cara mengambil sampel cairan dari tulang belakang untuk dites apakah terdapat infeksi atau tidak.

GBS adalah penyakit yang cepat menggerogoti tubuh, tiba-tiba menyebabkan kelumpuhan pada pengidap. Namun, 70% pengidap GBS akan memperoleh kesembuhan total dengan perawatan intensif atas infeksi yang menyerang system imun, seperti dilansir National Insitue of Neurological Disorers and Stroke (NIH).

Meskipun pengidap memiliki gangguan pernapasan, umumnya GBS dapat disembuhkan secara tuntas. Empat minggu setelah gelaja muncul adalah titik terendah penderita. Pemulihan dapat terjadi beberapa bulan atau tahun, dengan cek rutin hingga 2 atau tiga tahun.

Penggunaan kursi roda usai perawatan sering terjadi dan kekuatan otot tidak bisa kembali ke keadaan semula, meskipun GBS telah sembuh.

Saat ini, peneliti sedang mengembangkan penelitian mengenai imunitas untuk memperdalam studi sindrom Guillain-Barre ini.


Baca juga artikel terkait PENYAKIT LANGKA atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yulaika Ramadhani