Menuju konten utama

Sindir Prabowo, Nasdem: Jangan-jangan Bikin Quick Count Abal-abal

Johnny G. Plate mengkritik sikap kubu Prabowo-Sandiaga yang menolak hasil quick count sejumlah lembaga survei.

Sindir Prabowo, Nasdem: Jangan-jangan Bikin Quick Count Abal-abal
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kanan), Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate (tengah), dan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira (kiri) berbincang seusai menggelar pertemuan tertutup di kantor DPP Nasdem, Jakarta, Selasa (3/4/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nasdem Johnny G. Plate menegaskan partainya mempercayai hasil hitung cepat atau quick count Pemilu 2019 yang dirilis sejumlah lembaga survei kredibel.

Menurut Johnny, quick count merupakan cara ilmiah yang dapat digunakan untuk memprediksi siapa pemenang pemilu secara cepat.

Oleh karena itu, dia mengkritik sikap kubu Prabowo-Sandiaga yang menolak hasil quick count dari sejumlah lembaga survei kredibel.

"Kalau menguntungkan, terima [hasil] quick count. Kalau tidak menguntungkan atau tidak menyenangkan hati, tolak [hasil] quick count. Ya, jangan begitu lah. Itu bukan [sikap] akademis," kata Johnny kepada reproter Tirto di Jakarta pada Rabu (24/4/2019).

"Jangan-jangan itu [mereka] bikin quick count yang abal-abal. Kita ikuti quick count lembaga survei yang selama ini sudah terakreditasi," tambah Johnny.

Hasil hitung cepat yang diumumkan sejumlah lembaga survei memang menunjukkan Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Tidak lama setelah hasil quick count itu disiarkan pada 17 April sore, kubu Prabowo-Sandiaga menggelar pernyataan sikap di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Prabowo mengatakan dia curiga quick count digunakan untuk menggiring opini bahwa dirinya kalah di Pilpres 2019.

"Saya tegaskan pada rakyat Indonesia bahwa ada upaya dari lembaga survei tertentu yang kita ketahui memang sudah kerja untuk satu pihak untuk giring opini seolah kita kalah," ujar Prabowo.

Narasi seperti ini masih dilontarkan kubu Prabowo-Sandiaga hingga hari ini. Pada acara Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandiaga yang dihelat di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4) sore, Bachtiar Nasir mengatakan quick count berisi kebohongan. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga itu menyebut quick count adalah sihir sains.

"Walaupun waktu dengerin quick count, emak-emak yang paling dulu remuk, banyak yang nangis, sudah sembuh? Itu cuma sihir sains. Yang kelihatannya benar, ternyata isinya kebusukan-kebusukan semua. Saya kira mereka para inteletual, tetapi ternyata pelacur-pelacur intelektual," kata Bachtiar.

Menurut Johnny G. Plate, sikap kubu Prabowo-Sandiaga tersebut tidak konsisten. Sebab, mereka pernah mempercayai hasil quick count pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Waktu quick count Pilkada DKI Jakarta 2017. Lembaga-lembaga yang sama yang melakukannya, itu diterima hasilnya. Lalu, lembaga yang sama, metode yang sama, dilakukan di Pilpres atau Pileg kali ini, ditolak hasilnya," ujar Johnny.

Meski hasil quick count sejumlah lembaga survei mengunggulkan Jokowi-Ma'ruf, menurut Jhonny, kubu paslon 01 tersebut tetap menunggu hasil perhitungan suara resmi KPU.

"Indikasi quick count sudah memberikan gambaran Pilpres dimenangkan Jokowi-Ma’ruf. Mari kawal perhitungannya dengan benar, supaya tidak [ter]jadi kecurangan," kata dia.

"Pileg juga sudah kelihatan komposisinya. Kami kawal supaya perhitungan terlaksana dengan baik sampai pengumuman oleh KPU," Johnny menambahkan.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Husein Abdulsalam

tirto.id - Politik
Reporter: Husein Abdulsalam
Penulis: Husein Abdulsalam
Editor: Addi M Idhom