Siapkan 'Work From Yogyakarta', Sandi: Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

Oleh: Irwan Syambudi - 8 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Yogyakarta dinilai memiliki potensi dan daya tarik terlebih pertumbuhan ekonominya diklaim mencapai plus 6 persen pada kuartal pertama 2021.
tirto.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan program work from Bali juga akan diterapkan di daerah-daerah lain seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurutnya, DIY memiliki potensi dan bisa menjadi contoh daerah lain dalam menyiapkan program tersebut.

“Daerah Istimewa Yogyakarta juga sedang mengembangkan [work from Yogyakarta]. Dan juga bisa menjadi percontohan karena per kuartal pertama Yogyakarta ekonominya sudah plus 6 persen. Sudah bisa menggerakkan ekonomi dan lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandiaga saat Weekly Press Briefing secara daring, pada Senin, (7/6/2021).

Menurut Sandiaga, DIY dapat melaksanakan program itu karena memang memiliki daya tarik. Selain memang memiliki alam yang cantik, pengelolaan yang baik dan juga layanan internet yang mumpuni menjadi kunci program ini.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan siap mendukung program work from destination atau work from Yogyakarta seperti yang dicanangkan Menparekraf. Menurutnya sebelum konsep wisata tersebut didorong Menparekraf, sejumlah hotel di DIY telah menggagas paket work from hotel untuk menarik wisatawan atau pengunjung dari kalangan pekerja.

"Jadi memang di DIY sudah siap dengan beberapa paket-paket terutama hotel," kata Singgih dikutip dari Antara.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Daerah IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) DIY, Heryadi Bain mengatakan program work from Yogyakarta sebagaimana program work from Bali dinilainya tidak akan berdampak signifikan bagi perekonomian.

Work from Yogyakarta dampaknya hanya kecil sekali, bisa diinventarisir berapa yang melakukan work from Bali kemudian dianalisis seberapa dampaknya terhadap peningkatan ekonomi dan pariwisata di Bali dengan kegiatan Work from Bali,” kata Heryadi kepada reporter Tirto, Selasa (8/6/2021).

Ia lebih berharap terhadap pergerakan orang yang menjadi inti dari pariwisata dapat dikendalikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian.

“Bukannya dihentikan dengan penyekatan karena penyekatan dan larangan mudik pada saat libur Lebaran kemarin dampak negatif terhadap ekonomi pariwisata khususnya perhotelan sangat sangat dirasakan dan menjadi sejarah paling buruk untuk keterisian tingkat hunian libur lebaran sepanjang sejarah pariwisata di DIY,” kata Heryadi.

Namun demikian kalaupun program work from Yogyakarta dijalankan, Heryadi yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas COVID-19 Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) DIY itu siap.

“Kalaupun work from Yogyakarta dilaksanakan kami yang memfasilitasi akomodasi di DIY sudah sangat siap dengan protokol kesehatannya karena semua hotel dan resto yang di bawah naungan PHRI sudah diverifikasi oleh Satgas wilayah dan sudah diaudit CHSE dari Kemenparekraf,” kata dia.






Baca juga artikel terkait WORK FROM YOGYAKARTA atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight