Menuju konten utama

Siapa Ron DeSantis, Calon Presiden Amerika Serikat Lawan Trump

Profil Ron DeSantis calon Presiden Amerika Serikat yang akan lawan Trump?

Siapa Ron DeSantis, Calon Presiden Amerika Serikat Lawan Trump
Gubernur Florida Ron DeSantis berbicara di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) 24 Februari 2022, di Orlando, Florida (AP Photo/John Raoux, File)

tirto.id - Profil Ron DeSantis, Gubernur Florida menjadi hal yang menarik bagi banyak orang usai dia mengumumkan diri sebagai calon Presiden Amerika Serikat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Pengumuman mengenai majunya DeSantis ke gelanggang pertarungan Pilpres 2024 menuai kontroversi. Pasalnya, pengumuman tersebut dilakukan dengan cara siaran langsung radio di Twitter pada Rabu, 24 Mei 2023.

Konsep pengumuman itu berupa acara bincang-bincang antara DeSantis bersama pemilik Twiiter, Ellon Musk. Namun, terjadi kegagalan karena banyak pendengar yang mencapai lebih dari 600 ribu orang. Siaran langsung radio tersebut akhirnya terpaksa ditunda selama 25 menit dari jadwal awal.

The Guardian melaporkan, akibat gangguan tersebut, DeSantis menuai cemoohan dari lawan politiknya Joe Biden dan Donald Trump.

Biden mengunggah tweet yang mengejek, mengarahkan ke halaman penggalangan dana dengan kata-kata "Tautan ini berfungsi."

Lalu di lain pihak Trump juga memposting tweet yang menyatakan bahwa kampanye yang akan dilakukan DeSantis akan gagal dan menjadi bencana.

Selain itu, Trump juga mengatakan bahwa DeSantis adalah sosok yang tidak setia, karena menurutnya DeSantis duduk di kursi Gubernur Florida untuk pertama kali pada tahun 2018 silam karena dukungan darinya.

"Peluncuran Twitter DeSanctus adalah sebuah bencana. Seluruh kampanyenya akan menjadi bencana. Perhatikan!," tulis Trump.

"Selain itu, dia sangat membutuhkan transplantasi kepribadian dan, sepengetahuan saya, secara medis belum tersedia. Orang yang tidak setia!," lanjut Trump.

Selain itu, cemoohoan berlanjut dengan tagar #DeSaster yang sempat menjadi tren di Twitter pada keesokan harinya yaitu Kamis, 25 Mei 2023.

Profil Ron DeSantis

Ron DeSantis lahir di Florida pada 4 September 1978, dia menikahi istrinya bernama Casey DeSantis sejak tahun 2009 lalu. Keduanya dikaruniai tiga orang anak.

Melansir laman National Governors Association (NGA), Ron DeSantis adalah mantan Perwakilan AS untuk Distrik Keenam Florida.

Sebagai penduduk asli Florida yang berasal dari kalangan kerah biru, Ron menempuh pendidikan di Universitas Yale, di mana ia lulus dengan predikat terbaik dan menjadi kapten tim bisbol universitas.

Dia juga lulus dengan predikat terbaik dari Harvard Law School. Saat berada di Harvard, dia mendapatkan komisi di Angkatan Laut AS sebagai perwira JAG.

Setelah bertugas aktif, Ron menjabat sebagai jaksa federal. Ia pertama kali terpilih menjadi anggota Kongres pada tahun 2012.

Britannica menulis, selama masa jabatannya, pada tahun 2015 ia mendirikan Kaukus Kebebasan DPR yang konservatif dan menjadi komentator yang sering muncul di Fox News.

Didukung oleh Tea Party, sebuah gerakan populis konservatif, DeSantis mengumumkan pencalonan dirinya sebagai anggota Senat pada tahun 2015, namun mengundurkan diri setelah petahana dari Partai Republik, Marco Rubio, memutuskan untuk mencalonkan diri kembali.

Pada tahun 2017, Donald Trump menjadi presiden, dan DeSantis adalah salah satu pendukungnya yang paling vokal. Pada tahun itu, ia mendukung rancangan undang-undang reformasi pajak besar-besaran yang diajukan Trump dan upaya yang gagal untuk menggantikan Undang-Undang Perlindungan Pasien dan Perawatan Terjangkau.

Setelah menerima dukungan Trump, DeSantis mengumumkan pada tahun 2018 bahwa ia mencalonkan diri sebagai gubernur Florida. Meskipun awalnya dianggap sebagai underdog, ia mengatasi awal yang tidak mulus untuk dengan mudah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Republik.

DeSantis kemudian mengundurkan diri dari kursi DPR untuk fokus pada pemilu. Kontes yang berlangsung sengit ini mempertemukan DeSantis yang konservatif dengan Andrew Gillum dari Partai Demokrat, seorang progresif yang berusaha menjadi gubernur Afrika-Amerika pertama di negara bagian tersebut.

Pemilihan diwarnai kontroversi karena DeSantis dan para pendukungnya dituduh melakukan rasisme; DeSantis membantah tuduhan tersebut. Dibantu oleh dukungan Trump, DeSantis berhasil mengalahkan Gillum dengan selisih suara tipis, 49,6 persen berbanding 49,2 persen.

DeSantis mulai menjabat pada tahun 2019, dan ia segera menjadi berita nasional dengan kebijakan-kebijakannya yang kontroversial. Khususnya, setelah pandemi COVID-19 dimulai pada tahun 2020, ia mencabut pembatasan jauh lebih awal daripada gubernur lainnya, meskipun ia menerapkan langkah-langkah untuk melindungi para lansia.

Meskipun banyak yang meramalkan konsekuensi yang mengerikan, tingkat kematian di Florida (lebih dari 75.000 orang) masih berada di bawah rata-rata nasional, dan ekonomi negara bagian ini bernasib lebih baik daripada banyak negara bagian lainnya.

DeSantis juga menyatakan keprihatinannya atas dugaan kecurangan pemilih, dan pada tahun 2022 Florida membentuk Kantor Kejahatan dan Keamanan Pemilu. Partai Demokrat dan aktivis hak pilih khawatir badan tersebut akan digunakan untuk menekan suara minoritas.

DeSantis juga menarik perhatian atas kebijakan yang memicu apa "perang budaya". Pada tahun 2022, ia mengawasi pengesahan undang-undang Hak Orang Tua dalam Pendidikan yang membatasi diskusi tentang orientasi seksual dan identitas gender di sekolah-sekolah umum.

Para kritikus menjulukinya sebagai RUU "Jangan Katakan Gay", dan Disney, salah satu perusahaan terbesar di negara bagian tersebut, kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengkritik undang-undang tersebut.

DeSantis menanggapinya dengan mencabut status perusahaan dan keringanan pajak. Sementara para pendukungnya memuji langkah tersebut, yang lain mencatat tantangan hukum dan potensi dampak negatifnya terhadap penduduk, yaitu pajak yang lebih tinggi.

Dia juga mendukung Undang-Undang Kebebasan Individu, yang dirancang untuk "melindungi warga Florida dari diskriminasi dan indoktrinasi." Ketentuan-ketentuannya termasuk larangan pengajaran teori ras kritis.

DeSantis mengusulkan reformasi pendidikan lainnya dan program-program yang ditargetkan secara khusus yang ia tuduh berusaha untuk "memaksakan kesesuaian ideologis untuk mencoba memprovokasi aktivisme politik."

Pada Januari 2023, ia melarang mata kuliah Advanced Placement (AP) tentang studi Afrika-Amerika, mengklaim bahwa kontennya secara historis tidak akurat dan merupakan pelanggaran hukum negara bagian; Dewan Perguruan Tinggi, yang mengawasi konten AP, kemudian mengubah kurikulum.

Selain itu, DeSantis juga fokus pada aborsi, dan pada April 2022 ia menandatangani undang-undang yang melarang prosedur tersebut setelah 15 minggu. Dua bulan kemudian Mahkamah Agung membatalkan Roe v. Wade, dan DeSantis kemudian menyatakan bahwa dia ingin "memperluas perlindungan prokehidupan."

DeSantis pertama kali menghadapi pemilihan kembali sebagai gubernur pada tahun 2022. Lawan utamanya adalah Charlie Crist, seorang anggota Partai Republik yang menjadi anggota Partai Demokrat yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur Florida (2007-2011).

DeSantis dengan mudah memenangkan pemilihan pada bulan November. Dengan langkah-langkah kontroversial yang pernah dia lakukan selama menjadi Gubernur Florida, DeSantis memutuskan untuk maju pada pemilihan presiden 2024.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dipna Videlia Putsanra