Siapa Pussy Riot yang Sempat Hentikan Laga Final Piala Dunia 2018?

Oleh: Agung DH - 16 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
Pussy Riot mencuri perhatian dunia di final Perancis vs Kroasia yang disaksikan oleh Vladimir Putih.
tirto.id - Aksi aktivis Rusia Pussy Riot sempat menghentikan untuk sementara laga final Piala Dunia 2018 antara Perancis vs Kroasia di Stadion Luzhniki, Minggu malam (15/7/2018) WIB yang dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.

Aksi grup band punk ini terjadi pada menit ke-52. Wasit Nestor Pitana langsung menghentikan pertandingan karena tiba-tiba empat orang berpakaian celana panjang hitam dan kemeja putih serta dasi hitam berlari dari belakang gawang kiper Perancis Hugo Lloris ke tengah lapangan.

Dejan Lovren berusaha untuk menyeret mereka keluar dari lapangan sebelum petugas menangkap dan menyeret mereka keluar dari lapangan.

Beberapa saat setelah kejadian, Pussy Riot melalui
akun Facebook resmi mereka mengaku bertanggungjawab atas aksi tersebut. Menurut mereka, aksi itu merupakan bentuk protes dari kondisi politik di Rusia.

"Hari ini adalah 11 tahun sejak kematian penyair besar Rusia, Dmitriy Prigov. Prigov menciptakan citra seorang polisi, pembawa kebangsaan surgawi, dalam budaya Rusia," tulis Pussy Riot dalam pernyataan berbahasa Inggris.

Dmitry Aleksandrovich Prigov adalah penyair dan seniman Rusia. Ia lahir 5 November 1940, Moskow, Uni Soviet dan meninggal 16 Juli 2007. Ia adalah anggota seniman avant-garde Rusia dan gerakan konseptualisme Moskow di era 1970 dan 1980an. Teks-teksnya menumbangkan Realisme Sosialis, dan diterbitkan di bawah tanah di era Uni Soviet. Selain menulis lebih dari 30.000 puisi, ia menulis drama dan esai. Ia dikenal sebagai seniman yang menggabungkan kata dan rupa dalam seni instalasi dan video. Prigov memenangkan banyak penghargaan, salah satunya Pushkin Prize pada 1993.

Selain itu, mereka juga merujuk kasus Oleg Sentsov, seniman yang menentang Rusia Crimea dari Ukraina pada tahun 2014, Setsov dijatuhi hukuman 20 tahun penjara sejak 2015 lalu dengan tuduhan melakukan aksi teror.

Pussy Riot, grup punk rock Rusia, mencuat secara global karena sikap mereka yang terang-terangan menentang Presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun 2012. Akibatnya dua personel band ini dipenjara selama hampir dua tahun.

Kali ini mereka mengulangi aksinya di lapangan sepakbola saat Putin sedang menonton pertandingan bersama rekannya asal Prancis Emmanuel Macron dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Aksi Pussy Riot dalam beberapa menit ini "menampar muka" Putin di hadapan jutaan pasang mata di dunia sebelum Perancis memastikan gelar juara Piala Dunia keduanya usai menundukkan Kroasia dengan skor akhir 4-2.



Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2018 atau tulisan menarik lainnya Agung DH
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH