Menuju konten utama

Serie A Italia Berpotensi Disetop Seperti Liga Perancis dan Belanda

Pernyataan Menteri Olahraga Italia membuka kemungkinan kompetisi Liga Serie A disetop lebih awal.

Serie A Italia Berpotensi Disetop Seperti Liga Perancis dan Belanda
Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic menggiring bola saat melawan Cagliari pada pertandingan Liga Italia Serie A di Sardena Arena, Cagliari, Sabtu (11/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Daniele Mascolo/ Bildbyran/pras.

tirto.id - Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora mengatakan Liga Italia musim ini kemungkinan kecil bisa dilanjutkan mengingat pandemi corona yang tidak kunjung mereda.

“Saya lihat kecil kemungkinan untuk bisa melanjutkan Serie-A musim ini. Jika saya menjadi salah satu presiden klub di Serie-A, saya akan fokus ke musim berikutnya,” kata Spadafora.

Sang menteri mengambil contoh atas apa yang terjadi di Belanda dan Perancis. Pemerintah kedua negara tersebut telah memutuskan untuk melarang kegiatan olahraga berskala besar sampai bulan Agustus atau September 2020. Keputusan itu membuat liga di kedua negara tersebut berhenti.

Spadafora tak menutup kans untuk mengikuti jejak Pemerintah Belanda dan Perancis. Andai benar demikian, maka sudah dapat dipastikan Serie-A musim 2019-2020 selesai lebih awal.

“Keputusan yang diambil Belanda dan Perancis bisa saja diikuti Italia. Ini juga bisa menjadi dasar bagi negara Eropa lain,” ujar dia.

Spadafora menambahkan, kalaupun liga diizinkan berlanjut, pertandingan harus digelar tanpa ada penonton.

Pernyataan Spadafora tersebut mengisyaratkan bahwa Liga Serie A Italia berpotensi disetop dan bernasib sama seperti Liga Belanda dan Liga Perancis yang tutup buku lebih dini. Kemungkinan itu terbuka karena jadwal akhir musim semakin mepet. Sedangkan pandemi corona masih menjadi masalah serius di Italia.

Data worldometers menunjukkan hingga 30 April 2020, angka kematian akibat Covid-19 di Italia terus terkerek menjadi 27.682 jiwa atau tertinggi kedua di dunia. Dari total 203.591 kasus positif corona, baru 71.252 pasien di Italia yang berhasil sembuh dari Covid-19.

Kondisi ini membuat klub dan pengelola liga menghadapi ancaman penghentian kompetisi. Sebab, menyelesaikan liga lebih lambat bisa berpengaruh terhadap rencana musim depan yang jadwalnya harus dimulai pada Agustus mendatang.

Jika kompetisi disetop lebih awal, pengelola Liga Italia juga harus memutar otak untuk membuat keputusan mengenai mekanisme penentuan juara dan klub yang terdegradasi.

Penentuan wakil Italia di Liga Champions dan Liga Eropa musim depan pun harus dibahas dengan UEFA. Belum lagi urusan ekonomi yang bisa melibatkan banyak pihak lain.

Serie A sebenarnya berharap bisa memulai kembali kompetisi pada bulan Mei 2020. Namun, izin dari pemerintah Italia tetap dibutuhkan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, telah menyatakan bahwa aturan lockdown di negaranya akan mulai diperlonggar secara bertahap pada 4 Mei 2020.

Sejak tanggal itu, klub-klub di Italia diizinkan menggelar latihan kembali. Namun, karena masih ada aturan social distancing, latihan bagi para pemain hanya boleh dilakukan secara individu.

Jika kondisi membaik, klub akan diizinkan untuk melaksanakan sesi latihan secara lengkap pada 18 Mei mendatang. Federasi Sepakbola Italia atau FIGC kini sedang menyusun protokol medis bagi tim-tim yang ingin kembali memulai latihan.

Baca juga artikel terkait LIGA ITALIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Addi M Idhom