Serangan Bom Bunuh Diri di Kedubes AS Montenegro

Oleh: Yantina Debora - 22 Februari 2018
Terjadi dua ledakan di dekat Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat AS di Podgorica, Montenegro.
tirto.id - Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat AS di Podgorica, Montenegro, diserang bom bunuh diri oleh orang tak dikenal.

Dalam kicauan di akun Twitter-nya, pemerintah Montenegro menjelaskan terjadi dua ledakan dengan pelaku penyerangan satu orang. Serangan tersebut terjadi pada Kamis (22/2/2018) pukul 00.30 waktu setempat.

"Ledakan tersebut terjadi di depan kantor kedutaan AS. Pada ledakan pertama, kami meyakini pelaku melemparkan sesuatu mirip granat tangan," ujar pemerintah.

Adapun ledakan kedua terjadi setelah pelaku memilih untuk bunuh diri menggunakan peledak yang dibawanya. Akibat ledakan tersebut, Kedubes AS di Podgorica mengumumkan pembatalan pengurusan visa sepanjang Kamis.

"Wawancara akan dilakukan secepatnya. Pelayanan warga negara AS bakal dilakukan jika terdapat kondisi darurat," jelas kedubes seperti dilansir The Guardian.

Kedubes AS juga mengimbau kepada setiap orang untuk menjauhi gedung kedutaan dikarenakan aktivitas keamanan yang tengah meningkat.

"Kami berharap Anda tidak mendekati kedutaan sampai ada pengumuman lebih lanjut," ujar kedubes.

Negeri "Paman Sam" membuka kedutaan besar di Podgorica ketika Montenegro mengumumkan kemerdekaan. Pada 2006, Parlemen Montenegro, dengan suara bulat mendukung usulan untuk mengadakan referendum bersejarah mengenai kemerdekaan dari Serbia pada 2006.

Montenegro merupakan negara yang terletak di Eropa Selatan. Tepatnya berada di negara Balkan dan berbatasan dengan Laut Adriatik di selatan, Kroasia di barat, Bosnia dan Herzegovina dan Serbia di utara.

Setelah merdeka, negara di kawasan Balkan tersebut menjadi anggota anggota ke-192 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menjadi anggota ke-29 yang bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato) Mei 2017.


Baca juga artikel terkait BOM BUNUH DIRI atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora