Sepak Terjang Dudung Abdurrachman yang Ditunjuk Jadi Pangkostrad

Oleh: Andrian Pratama Taher - 26 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Saat menjadi Pangdam Jaya, Dudung menertibkan baliho gambar Rizieq dan FPI serta menyebut FPI bisa dibubarkan karena aksi provokatif.
tirto.id - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengangkat Mayjen Dudung Abdurrahman sebagai Pangkostrad. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Dari daftar tersebut 46 Pati (perwira tinggi) TNI AD, 15 Pati TNI AL dan 19 Pati TNI AU dirotasi. Mabes TNI menyebut seluruh rotasi prajurit TNI dalam rangka mengoptimalkan tugas TNI.

"Dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. kembali melakukan mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan TNI," kata Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut Edys Riyanto dalam keterangan, Selasa (25/5/2021).

Lantas siapa Mayjen Dudung Abdurrahman? Dudung merupakan lulusan Akmil 1988. Pria kelahiran 19 November 1965 ini merupakan salah satu prajurit TNI AD yang pernah menduduki jabatan penting seperti Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010-2011) hingga Danrindam II/Sriwijaya.

Jabatan prestise yang dia emban adalah Wagub Akmil (2015-2016), Staf Khusus KSAD (2016-2017) lalu Wakil Asisten Teritorial (Waaster) KSAD (2017-2018). Setelah duduk sebagai Waaster KSAD, Dudung dipercaya sebagai Gubernur Akmil dari 2018 hingga akhirnya menjabat sebagai Pangdam Jaya pada tahun 2020.

Deretan jabatan tersebut bukan berarti tanpa kegiatan menonjol. Saat menjadi Gubernur Akmil, Dudung ikut hadir dalam acara peresmian patung Soekarno di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah pada 7 Februari 2020 lalu.

Dalam acara itu hadir Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepala BIN Budi Gunawan serta KSAD Jenderal Andika Perkasa. Dalam pertemuan tersebut bahkan hadir pula mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, Kepala Bappilu PDIP Bambang Wuryanto dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Ddung pun sempat menyetir mobil golf untuk mendampingi Puan dan Megawati.

Ketika menjadi Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020, Dudung langsung menggebrak ibukota dengan menertibkan baliho gambar Rizieq dan FPI. Usai acara kesiapsiagaan pasukan pada Jumat (20/11/2020), Dudung lantang bilang FPI bisa dibubarkan karena aksi provokatif kelompok besutan Rizieq Shihab itu sebelum dibubarkan.

"Kalau perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," kata Dudung usai Apel Kesiagaan Pasukan Bencana di Jakarta, Jumat.

Dudung juga merupakan salah satu Pangdam yang menggunakan daerah Meikarta sebagai tempat latihan untuk 992 prajurit di bawah lingkungan Kodam Jaya. Kala itu, Dudung memilih tempat tersebut karena lokasi Meikarta yang banyak gedung belum digunakan cocok sebagai tempat latihan untuk pertempuran kota.

Selain soal latihan dan FPI, Dudung juga tegas dalam penanganan aksi debt collector. Hal tersebut merespon anggota Kodam Jaya yang diteror Debt Collector saat mengantar tetangga ke rumah sakit pada awal Mei 2021 lalu. Dudung mengaku sudah meminta kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadhil Imran untuk bekerja sama dalam memberantas premanisme debt collector.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda bahwa perilaku-perilaku debt collector ini akan kita hentikan. Tidak ada karena kekuasaan tertentu, memanfaatkan pihak-pihak tertentu, sehingga menggunakan premanisme, termasuk premanisme yang lain seperti geng motor dan sebagainya, rencana kita akan tumpas," kata Mayjen TNI Dudung kala itu.

Kini, Dudung menjabat sebagai Pangkostrad. Dudung akan dipromosikan sebagai pejabat bintang tiga karena kursi Pangkostrad adalah jabatan jenderal bintang 3. Bagaimana sepak terjang selanjutnya dari Dudung Abdurrachman di masa depan?



Baca juga artikel terkait PANGKOSTRAD atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight