Seorang Pengusaha Tekstil Bandung Dipastikan Dimutilasi di Malaysia

Oleh: Adi Briantika - 14 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pengusaha tekstil asal Bandung ditemukan tewas di Malaysia. Hasil sidik jari INAFIS menunjukkan korban memang benar-benar bernama Nuryanto.
tirto.id - Seorang pedagang tekstil asal Bandung, Nuryanto (37) ditemukan meninggal dengan cara dimutilasi di Malaysia. Polri dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) sedang menyelidiki kasus ini.

Ketua Tim Pusat Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS), Kombes Pol Yayat Ruhiyat menyatakan pihaknya menemukan kecocokan sidik jari dari jenazah dengan sidik jari di data KTP elektronik. Identifikasi dilakukan dengan alat digitalisasi-AK 23 yakni alat pencari sidik jari digital yang terkoneksi dengan data KTP elektronik.

“Hasil pemeriksaan terhadap 10 sidik jari mayat, enam diantaranya dinyatakan identik,” ujar dia di Mabes Polri, Kamis (14/2/2019).

Enam sidik jari yang identik ialah jari jempol tangan kiri, jari manis tangan kanan, jari telunjuk tangan kiri, jari kelingking tangan kanan dan jari tengah tangan kiri mayat.

Proses identifikasi sidik jari memiliki teori, apabila menemukan 12 titik kesamaan, maka tingkat akurat 99 persen. “Sidik jari dari jempol kiri jenazah ada 12 titik kesamaan, sangat akurat menunjukkan bahwa yang meninggal atas nama Nuryanto,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.


Nuryanto diketahui beralamat di Kampung Ciodeng Timur, RT 03 RW 08, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019 untuk urusan bisnis.

Menurut data tiket Maskapai Air Asia, seharusnya Nuryanto pulang ke Indonesia pada 23 Januari, namun sehari sebelum penerbangan nomor telepon selulernya tidak dapat dihubungi.

Pada 26 Januari sekitar pukul 16.00 waktu setempat, warga menemukan tiga bungkus plastik di daerah Distrik Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Mereka lalu melapor kepada kepolisian Malaysia. Dari penyelidikan polisi Malaysia kantong plastik itu berisi potongan tubuh manusia. Belakangan diketahui bagian tubuh itu milik Nuryanto dan rekan bisnisnya Ai Munawaroh.

Polisi menemukan mayat tanpa kepala, salah satu potongan tubuh Nuryanto. Untuk korban perempuan tidak ditemukan tangannya, sehingga tidak dapat identifikasi sidik jari,” jelas Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol Napoleon Bonaparte.






Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Agung DH
DarkLight