Semobil dengan Jokowi, Anies Bahas Sejumlah Persoalan di DKI

Oleh: Damianus Andreas - 4 Desember 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Ya sudah, sama-sama. Kami ngobrol soal drainase vertikal, moda transportasi, dan juga pembangunan waduk,” ujar Gubernur DKI Anies Baswedan.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri tiga agenda sekaligus yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (3/12/2018) kemarin. Ketiga agenda tersebut ialah acara pelepasan ekspor 1,5 juta unit sepeda motor Yamaha, pembagian sertifikat tanah bagi warga Jakarta Timur di Rusun Rawa Bebek, serta sosialisasi bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan).

Anies sempat diajak satu mobil dengan Jokowi saat berpindah dari pabrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ke Rusun Rawa Bebek. Ketika ditanya mengenai hal itu, Anies mengaku dirinya dan Jokowi hanya berbicara tentang persoalan di DKI Jakarta.

“Saat selesai acara di Yamaha, lalu beliau bilang, ‘Pak Gubernur, sama-sama ya kita’. Ya sudah, sama-sama. Kami ngobrol soal drainase vertikal, moda transportasi, dan juga pembangunan waduk,” ujar Anies di kawasan Cililitan, Jakarta Timur pada Senin (3/12/2018).

Menurut Anies, obrolan tersebut terbangun karena Jokowi juga cukup familiar dengan permasalahan yang ada di ibukota. Itu tak lain karena sebelum menjabat jadi presiden pada 2014, Jokowi sempat mengemban tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kendati demikian, Anies enggan merinci lebih lanjut apa yang menjadi pembahasan secara konkret. Ia hanya menyebutkan apabila pembicaraan sempat menyinggung soal integrasi moda transportasi di DKI Jakarta.

“Itu yang tadi saya bicarakan dengan Pak Presiden dan harus kita dorong lebih jauh. Jangkauannya lebih luas, kemudian keleluasaannya pun lebih tinggi,” ujar Anies.

Seusai menghadiri tiga agenda bersama Jokowi, Anies lantas memutuskan untuk naik Trans Jakarta dari kawasan Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur sampai ke Cililitan. Selama menaiki Trans Jakarta rute Harmoni-PGC 1, Anies bertemu dan berkomunikasi langsung dengan para penumpang.

Salah seorang penumpang bernama Mansur pun sempat mengeluhkan soal jalur khusus Trans Jakarta yang dinilainya tidak steril. Menurut Mansur, situasi tersebut membuat waktu tempuh perjalanan dengan Trans Jakarta menjadi semakin lama.

Mansur berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa lebih giat melakukan sterilisasi terhadap jalur khusus Trans Jakarta itu.


“Memang harus ada penjaga yang menutup jalur Trans Jakarta. Ini karena memang di kita enggak cukup hanya dengan rambu-rambu. Mayoritas baru taat penegak hukum, bukan taat hukum,” ucap Anies menanggapi keluhan tersebut.

Baca juga artikel terkait KINERJA PEMPROV DKI atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Maya Saputri
DarkLight