Menuju konten utama
20 November 1985

Sejarah Windows, Bermula dari Bill Gates Menjiplak

Windows bukan produk yang sukses di awal kemunculannya, sampai akhirnya jadi penguasa pasar sistem operasi komputer.

Sejarah Windows, Bermula dari Bill Gates Menjiplak
Ilustrasi Mozaik Microsoft. tirto.id/Sabit

tirto.id - Kita mulai dari pertanyaan sederhana, apa sistem operasi komputer yang jadi milik "sejuta umat"? Jawabannya tak lain Windows besutan dari Microsoft.

“Windows merupakan perangkat lunak unik yang dirancang bagi kalangan pengguna komputer serius,” ucap Bill Gates, pendiri Microsoft, pada sebuah iklan untuk menyambut kelahiran Windows lebih dari tiga dekade lalu.

Lahirnya Windows sekaligus memperkenalkan konsep graphical user interface (GUI) yang disematkan pada Windows. Windows telah merevolusi tampilan sistem operasi komputer dari text-based pada sistem operasi pendahulu Windows, yaitu MS-DOS (Microsoft Disk Operating System) menjadi visual-based dengan elemen drag-and-drop, N3F (next, next, next, and finish), dan lain sebagainya.

Windows kali pertama diperkenalkan ke publik pada 10 November 1983. Dua tahun berselang, tepat pada 20 November 1985, versi awal Microsoft Windows 1.0 dijual seharga $99. Namun, bila dikonversi dengan nilai dolar saat ini harganya mencapai $232. Harga itu jauh lebih mahal dibandingkan versi anyar Windows 10 Home Edition dibanderol $139 pada laman resmi Microsoft.

Perangkat lunak Windows 1.0 merupakan pilihan rasional bagi masyarakat yang ingin memiliki sistem operasi berkonsep GUI. Sebelum Windows 1.0 hadir, komputer berkonsep GUI yang lebih dahulu hadir dan bisa dinikmati masyarakat adalah Apple Lisa. Sayangnya, Apple Lisa dijual dengan harga selangit. Di tahun yang sama dengan kelahiran Windows 1.0, Apple Lisa dijual seharga hampir $10.000. Nilai itu setara dengan lebih dari $23.400 bila dikonversi pada saat ini.

Dipacak dari laman The Verge, saat pertama hadir, Windows 1.0 datang dengan cukup banyak aplikasi di dalamnya. Misalnya Notepad, Calendar, Clock, Cardfile, Terminal, File Manager, Windows Write (kini Microsoft Word), Windows Paint, hingga game komputer bernama Reversi. Selain itu, sistem operasi ini juga memerlukan cakupan kekuatan komputer yang terbilang kecil. Hanya memerlukan media penyimpanan double-sides floppy disk alih-alih menggunakan hard disk dan memori sebesar 128KB.

Meskipun berharga rasional dan hanya memerlukan komputer berspesifikasi ringan untuk bekerja, Windows 1.0 pada akhirnya gagal. John Markoff, jurnalis InfoWorld, masih dipacak dari The Verge, mengatakan Windows 1.0 “berperilaku aneh” pada komputer. Misalnya aplikasi tertentu terbuka dalam mode full-screen secara otomatis.

Eric Sandberg, jurnalis The New York Times, menyebut bahwa spesifikasi yang diklaim Microsoft sanggup menjalankan Windows 1.0 ternyata salah. Windows 1.0 memerlukan spesifikasi yang lebih dari floppy disk dan lebih dari memori berukuran 128KB.

Sebuah artikel yang terbit di Scientific American lantas menyebut “Windows banyak melakukan perilaku aneh yang dipertontonkan kepada para penggunanya. Windows 1.0 merupakan kegagalan. Ia tak bisa menawarkan kesederhanaan atau keagungan yang diperkenalkan Mac (Apple Lisa).”

Infografik Mozaik Windows 1.0

Windows 1.0 dan Mengejar Apple

Windows 1.0, sebagai sistem operasi berkonsep GUI melekat dengan anggapan telah menjiplak Lisa. Bill Gates sempat membantah. Mengutip “WUI: The War Over User Interface,” dalam buletin PC Letter edisi Januari 1988, Gates mengembangkan konsep GUI pada 1981 lalu menjadi cikal bakal Windows setahun setelahnya.

Inspirasinya datang ketika Bill Gates mengunjungi COMDEX, pameran komputer. Saat itu, komputer IBM menggunakan sistem operasi percobaan berkonsep GUI bernama Visi On. Sementara di sisi lain. Apple menciptakan Lisa karena terinspirasi dari Viewpoint yang dikembangkan Xerox PARC, perusahaan yang dianggap terawal mengembangkan GUI.

Dilansir laman Cult of Mac, Bill Gates mengungkapkan “frasa mencontek merupakan sesuatu yang relatif bagi Steve (Steve Jobs) dan saya. Namun kami sadar bahwa kami berdua mendapatkan manfaat dari apa yang dilakukan Xerox PARC yang menciptakan GUI.”

Meski membantah mencontek Lisa, laporan The New York Times pada 24 Maret 1988 berkata lain. Dalam laporan itu disebutkan Microsoft menjalin persetujuan dengan Apple untuk menggunakan beberapa elemen milik Apple untuk pengembangan produk.

Sebelum melahirkan Windows 1.0, masih melansir Cult of Mac, Microsoft merupakan perusahaan pengembang aplikasi bagi Apple, tepatnya mengembangkan piranti lunak perkantoran Word dan Excel. Selepas Steve Jobs hengkang dari Apple pada 1985, Microsoft merayu John Sculley, mantan penjual Pepsi yang jadi pengganti Jobs, untuk memberikan “non-exclusive, worldwide, royalty-free, perpetual, nontransferable license to use” elemen-elemen milik Apple bagi aplikasi ciptaan Microsoft berikutnya.

Merasa Microsoft bukan saingan Apple, Sculley menyetujui permintaan Microsoft ini. Sayangnya, Microsoft bukan mengembangkan piranti perkantoran. Ia malahan menciptakan Windows, sistem operasi yang selintas milik apa yang dimiliki Lisa.

Dalam selang dua tahun sejak Windows 1.0 dikenalkan ke publik dan ketersediaan di pasaran, Microsoft memangkas beberapa fitur Windows 1.0 atas desakan Apple. Sayang, Windows 2.0 dianggap benar-benar menjiplak Lisa. Sculley lalu menggugat Microsoft.

“Kami merasa Microsoft telah melampaui batas perjanjian,” kata Carleen LeVasseur, juru bicara Apple. “Pada 1986, mereka diberitahu bahwa perjanjian itu terbatas pada Windows 1.0. Saja,” tegasnya.

Dari “WUI: The War Over User Interface” konsep GUI bukan cuma pertarungan antara Microsoft dan Apple. Banyak perusahaan teknologi yang pada dekade 1980-an mengembangkan GUI. Misalnya IBM yang mengembangkan Presentation Manager, HP yang mengembangkan New Wave, Tandy yang mengembangkan Professional Deskmate, hingga Sun/AT&T, Digital Research, dan Next yang mengembangkan sistem GUI-nya masing-masing.

Tercatat ada lima sistem operasi GUI yang muncul di dekade 1980-an. Itu ialah Finder sebagai nama resmi sistem operasi pada Apple Lisa, Windows, New Wave, Viewpoint, dan Deskmate. Dalam “WUI: The War Over User Interface,” disebutkan bahwa Finder adalah yang paling mudah dioperasikan. Posisi kedua ditempati New Wave, bukan Windows.

Windows tetap berjaya di ranah sistem operasi komputer meski dianggap menjiplak teknologi perusahaan lain. Strategi pemasaran Microsoft cukup sukses dengan melisensikan sistem operasi dipakai pada banyak mesin, khususnya pada IBM sejak zaman mereka mengembangkan MS-DOS.

Sementara Lisa, dan produk Apple pada umumnya, yang kemudian menjelma menjadi Mac, dipasarkan dengan strategi tertutup: Mac hanya bisa dipakai di komputer buatan Apple. Per Juli 2018, dipacak dari data Statista, Windows menguasai 82,8 persen pangsa pasar. Sang sistem operasi "sejuta umat" itu sukses berawal dari proses menjiplak.

Baca juga artikel terkait MICROSOFT atau tulisan lainnya dari Ahmad Zaenudin

tirto.id - Teknologi
Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Suhendra