Sejarah Uang dalam Peradaban Manusia: Dari Barter Hingga Bitcoin

Oleh: Khairul Ma'arif - 18 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah transaksi dalam peradaban manusia berawal dari barter sebelum dikenalnya mata uang.
tirto.id - Uang memiliki peranan penting dalam sejarah peradaban umat manusia dari masa ke masa. Awalnya, transaksi barang dilakukan dengan cara barter atau tukar-menukar barang. Namun, setelah uang dikenal, alat tukar dalam transaksi pun berganti. Kini bahkan telah dikenal mata uang digital semisal bitcoin.

Dilansir dari Telegraph.co.uk, uang telah menjadi bagian dari sejarah manusia selama hampir 3.000 tahun. Sebelum manusia mengenal uang, transaksi dilakukan dengan cara barter. Misalnya, si A menawarkan beras kepada si B yang memiliki ikan untuk ditukar.

Namun, tidak semua barang yang kita inginkan bisa didapat dengan cara barter, melainkan harus ada kesepakatan dengan orang lain mengenai barang yang akan ditukar. Berbeda dengan saat ini, seseorang bisa membeli apa saja jika punya uang.

Barter juga menjadikan manusia lebih selektif dalam mendapatkan barang sehingga kualitas barang bisa terjaga dengan baik. Sistem barter dapat pula menipiskan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin dalam kehidupan.


Kemunculan uang pertama di peradaban manusia masih diperdebatkan lantaran ada beberapa versi. Jack Weatherford dalam buku History of Money (1997), misalnya, mendukung pendapat yang mengatakan bahwa uang pertamakali diciptakan dan digunakan oleh bangsa atau orang-orang dari Kerajaan Lydia.

Bangsa Lydia diperkirakan pernah hidup di kawasan yang kini menjadi wilayah Turki. Uang pada masa ini konon berwujud koin dengan gambar singa yang mengaum. Weatherford meyakini bahwa orang-orang Lydia sudah mengenal uang dan memakainya sebagai alat tukar sejak sekitar tahun 1.000 Sebelum Masehi (SM).

Donald B. Clane punya versi berbeda. Dalam buku Rationality and Human Behavior (1999), ia menyebut bahwa mata uang koin pertamakali ditemukan 6.000 tahun lalu di wilayah yang kini berdiri negara Turki. Namun, Clane tidak menyebut bangsa Lydia seperti keyakinan Weatherford.

Seiring berjalannya waktu, muncul pula uang yang dibuat dari kertas. Beberapa sejarawan meyakini uang kertas mulai digunakan pada di Cina pada tahun 100 Masehi. Berabad-abad berselang, bangsa-bangsa Eropa baru mengenal jenis uang ini, itu pun setelah Marco Polo pulang dari Cina.


Kemajuan teknologi juga berdampak terhadap perkembangan jenis alat tukar selain uang. Pada 1946, kartu kredit mulai diperkenalkan sebagai alat tukar pengganti uang atau yang bisa disebut sebagai transaksi non-tunai.

Di era serba digital dan internet seperti sekarang ini, muncul lagi alat tukar jenis baru, yakni bitcoin. Bitcoin adalah uang elektronik yang dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto sejak tahun 2009. Saat ini, 1 bitcoin setara dengan hampir 8 ribu dolar AS.

Baca juga artikel terkait SEJARAH UANG atau tulisan menarik lainnya Khairul Ma'arif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Khairul Ma'arif
Penulis: Khairul Ma'arif
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight