Sejarah Toshiba dan Mengapa Ia Berhenti Memproduksi Laptop?

Oleh: Mochammad Ade Pamungkas - 12 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Toshiba sudah tidak lagi bergelut dalam bisnis laptop. Berikut sejarah perusahaan raksasa eletronik asal Jepang ini.
tirto.id - Perusahaan elektronik Toshiba memutuskan untuk hengkang dari bisnis laptop. Sebelumnya, lini bisnis laptop Toshiba telah diubah menjadi Dynabook, namun sudah diambil alih oleh Sharp.

Dilansir dari laman resminya, Toshiba telah memindahkan sisa sahamnya sebesar 19.9 persen ke perusahaan elektronik multinasional Sharp. Sehingga, Dynabook telah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Sharp.

Langkah Toshiba memindahkan sebagian besar sahamnya ke Sharp sudah dilakukan sejak Juni 2018 lalu, yakni senilai 80.1 persen atau sebesar 36 juta dolar AS. Sejak saat itu, tepatnya pada Januari 2019 lalu, perusahaan Toshiba Client Solution Co., Ltd (TCS) resmi berganti nama menjadi Dynabook.inc.

Pada 30 Juni 2020, di bawah persyaratan perjanjian saham sebelumnya, pihak Sharp memilih untuk memegang pembagian sisa saham dari Dynabook yang dipegang oleh pihak Toshiba. Kemudian, pada awal Agustus, baru lah Toshiba telah menyelesaikan prosedur pemindahan sisa saham 19.9 persen tersebut ke pihak Sharp.

Dilansir dari The Verge, Toshiba pertama kali membuat PC laptop pada 1985, yaitu model T1100 dengan spesifikasi baterai internal yang dapat dicas, floppy drive 3.5 inci, dan memori 256K. Pada masa itu kemungkinan model PC laptop ini dibanderol dengan harga 2.000 dolar AS.

Sejarah Awal Toshiba


Toshiba sempat menjadi pabrik laptop terbaik pada masanya di periode 90-an. Namun, karena semakin banyak saingan yang menawarkan fitur lebih unik, popularitas Toshiba semakin memudar. Hal itu dibuktikan dengan merosotnya pasar Toshiba setiap tahunnya, dari 17.7 juta PC yang terjual di 2011 menjadi 1.4 juta pada 2017.

Dilansir dari laman resminya, Toshiba pertama kali dibangun oleh Tanaka Hishashige dan Ichisuke Fujioka. Perusahaan ini merupakan gabungan daripada perusahaan mesin eletronik berat Shibaura Seisaku-sho (sebelumnya Tanaka Seisaku-sho) dengan perusahaan eletronik ringan Tokyo Denki selama periode 1930 an. Pada saat itu, penggabungan kedua perusahaan tersebut dinamakan Tokyo Shibaura Denki atau disingkat Toshiba.

Kedua perusahaan tersebut sama-sama dibangun pada akhir abad 19, tepatnya ketika Tanaka Hisashige ditugaskan oleh Menteri Teknik Jepang untuk membangun modernisasi Jepang dengan mengembangkan peralatan telegrap. Hal itu yang membuat Tanaka membangun Tanaka Seizo-Sho pada 1873.

Di tahun 1878, Ichisuke Fujioka telah mengembangkan arc lamp saat sedang mengambil studi di Imperial College of Engineering (sekarang Fakultas Teknik Universitas Tokyo). Kemudian, di tahun 1890, Fujioka membangun pabrik dengan nama Hakunetsu-sha yang kemudian berganti nama menjadi Tokyo Denki di tahun 1921.

Setelah berakhirnya Perang Dunia kedua, perusahaan tersebut mulai mengembangkan sayapnya ke negara lain dengan mengekspor produknya ke Asia Tenggara.

Pada pertengahan 1950 an, ekonomi Jepang sedang meningkat pesat. Perusahaan Toshiba yang saat itu telah menciptakan beberapa produk baru dan mengembangkan teknologinya, mendapat kenaikan penjualan yang meningkat tajam.

Saat itu, Toshiba juga telah mengembangkan bisnis internasional dan melebarkan pabriknya ke negara negara lain salah satunya di Hawaii. Lalu, sejak 1984, Toshiba mulai memfokuskan pengembangan produknya pada teknologi semikonduktor dan perluasan pasar PC.

Toshiba memiliki sejarah panjang atas pengembangan produk teknologi sampai saat ini. Sejak penggabungan kedua perusahaan tersebut di tahun 1939, mereka memiliki ambisi untuk menjadi salah satu pabrik elektrik terkemuka.

Lalu, sejak tahun 2000 Toshiba memiliki tujuan untuk menjadi pesaing global yang semakin kuat dengan pendekatan konsentrasi dan seleksi dengan menciptakan produk dan jasa terbaiknya yang kompetitif dan memikat pelanggan.


Baca juga artikel terkait TOSHIBA atau tulisan menarik lainnya Mochammad Ade Pamungkas
(tirto.id - Teknologi)

Kontributor: Mochammad Ade Pamungkas
Penulis: Mochammad Ade Pamungkas
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight