Sejarah Tarian Barongsai dan Maknanya Bagi Tahun Baru Cina

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 1 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Barongsai adalah salah satu tarian tradisional Cina, yang biasanya ditampilkan pada hari raya besar, seperti Imlek.
tirto.id - Perayaan Imlek, tidak hanya selalu identik dengan warna merah, atau kue keranjang. Namun juga dengan tarian yang sangat terkenal, yaitu Barongsai. Pertunjukan tarian singa ini selalu menjadi daya tarik tersendiri.

Melansir dari laman China Highlight, Barongsai adalah tarian kebudayaan Cina yang biasanya dipertunjukkan pada acara-acara besar. Singa melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan keunggulan.

Singa dipercaya sebagai binatang yang baik. Orang-orang melakukan tarian Barongsai untuk membawa keberuntungan dan mengusir roh-roh jahat.

Barongsai juga merupakan cara untuk menciptakan suasana meriah dan membawa kebahagiaan.

Kostum Tari Singa

Tarian Barongsai biasanya dilakukan oleh dua "penari" dalam kostum singa. Para penari akan menjadi tubuh singa.

Penari yang berada di posisi depan akan menjadi bagian depan tubub singa, sementara penari dibelakang akan menjadi bagian tubuh belakang singa,

Kepala singa biasanya berukuran lebih besar menyerupai naga, seperti kebanyakan singa batu di Cina.

Warna-warna pada kostum Barongsai juga memiliki makna. Kuning melambangkan bumi (pusat), hitam melambangkan air (utara), hijau melambangkan kayu (timur), merah melambangkan api (selatan), dan putih melambangkan logam (barat).

Pada bagian kepala Barongsai, ada tanduk yang merupakan simbol untuk hidup dan regenerasi, serta mewakili unsur perempuan.

Telinga dan ekor berbentuk makhluk mistis yang mewakili kebijaksanaan dan keberuntungan. semenyata itu, tulang belakang (ular) merupakan simbol pesona dan kekayaan.

Selanjutnya dahi dan jenggot berasal dari naga yang berarti simbol kekuatan, kepemimpinan dan mewakili unsur laki-laki.

Terakhir, bagian punuk belakang kepala merupakan kura-kura yang berarti simbol umur panjang.

Asal Muasal Barongsai

Dalam budaya Cina tradisional, singa, seperti naga Cina, hanyalah binatang yang ada dalam mitos, dan sebenarnya singa tidak ada di Cina.

Sebelum Dinasti Han (202 SM – 220 M), hanya ada beberapa singa yang mencapai Dataran Tengah dari wilayah barat Cina kuno (sekarang Xinjiang), karena perdagangan Jalur Sutra.

Pada saat itu, orang-orang menirukan penampilan dan tindakan singa yang baru tiba dalam sebuah pertunjukan, yang kemudian berkembang menjadi tarian Barongsai di periode tiga Kerajaan (220-280).

Kemudian, tarian tersebut menjadi populer dengan munculnya agama Buddha di Dinasti Utara dan Selatan (420–589). Pada Dinasti Tang (618–907), tarian Barongsai adalah salah satu tarian istana.

Tarian Barongsai adalah salah satu contoh budaya Cina yang berkembang dengan sangat luar biasa, hingga telah menyebar ke seluruh dunia.

Saat ini, hampir di seluruh dunia telah banyak klub-klub khusus tarian Barongsai, yang selalu menjadi pertunjukkan menarik, terutama di Tahun Baru Cina.


Baca juga artikel terkait HARI RAYA IMLEK atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight