Sejarah Pidato Kemenangan Jokowi Tahun 2014 di Sunda Kelapa

Oleh: Indira Ardanareswari - 18 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
Jokowi menyampaikan pidato kemenangan pada 2014 di depan perahu phinisi. Ia menjanjikan visi maritim Indonesia.
tirto.id - Inilah saatnya bergerak bersama!

Mulai sekarang, petani kembali ke sawah.

Nelayan kembali melaut

Anak-anak kembali ke sekolah.

Pedagang kembali ke pasar.

Buruh kembali ke pabrik.

Karyawan kembali bekerja di kantor.

Lupakanlah nomor 1, lupakanlah nomor 2!

Marilah kembali ke Indonesia yang satu, Indonesia raya.


Penggalan di atas merupakan bagian pidato kemenangan Joko Widodo pada Pilpres 2014. Belum tuntas merampungkan masa dinasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta ke-14, dia, bersama Jusuf Kalla, sudah mendapat jabatan baru sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019.

Dalam pidato tersebut, Jokowi juga menyebut kemenangannya merupakan kemenangan seluruh rakyat Indonesia.

Pidato yang digelar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara pada 22 Juli 2014 itu memang tidak biasa. Biasanya, presiden didampingi wakil presiden terpilih akan menyampaikan pidato atau ucapan syukur atas kemenangan di atas podium di muka kediaman yang bersangkutan, seperti halnya penyampaian pidato kemenangan SBY tahun 2004.

Jokowi justru menyampaikan pidato di atas kapal phinisi Hati Buana Setia, berlatar Teluk Jakarta yang terbungkus langit malam.

Dalam pembukaan pidato, Jokowi menyampaikan salam berupa gabungan salam agama-agama di Indonesia. Ia menyapa hadirin menggunakan salam yang sudah umum diperdengarkan, bersambung salam umat Hindu yang lebih banyak digunakan di kalangan warga Bali.

Selepas salam, Jokowi langsung mendeklarasikan kemenangannya. Sontak, riuh sorak-sorai beriring tepuk tangan para pendukung pasangan pemenang yang diusung PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura ini langsung pecah.

Jokowi melanjutkan pidato dengan mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, lawannya dalam Pilpres 2014. Sementara Prabowo, seperti dilaporkan BBC Indonesia, di hari yang sama tegas menolak hasil Pilpres 2014 yang dinilainya cacat hukum dan memilih menarik diri beberapa jam sebelum penetapan kemenangan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Pidato yang berlangsung selama tujuh menit tersebut diisi ajakan Jokowi agar Indonesia kembali menjadi bangsa yang satu, berdaulat, dan berdikari. Untuk mencapai tujuan tersebut, seluruh komponen warga masyarakat harus kembali bersatu.

Melalui semangat gotong royong, Jokowi mengimbau, Indonesia dapat berkembang menjadi poros maritim dunia, sekaligus menjadi lokus peradaban besar politik di masa depan. Tampaknya pesan inilah yang menjadi dasar pemilihan lokasi pidato kemenangan Jokowi di atas kapal phinisi—lambang tradisi panjang maritim Indonesia.

Pidato kemenangan bertajuk “Mari Bergerak Bersama” itu menyentuh klimaks ketika Jokowi mengumandangkan pekik merdeka. Jokowi lalu menyampaikan jargon kampanyenya, salam tiga jari, yang merupakan bentuk simbolis dari sila ketiga, sebelum akhirnya menutup pidato dengan kembali mengucap salam semua agama.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2014 atau tulisan menarik lainnya Indira Ardanareswari
(tirto.id - Politik)


Penulis: Indira Ardanareswari
Editor: Ivan Aulia Ahsan