Sejarah Persahabatan Sandiaga Uno dan Erwin Aksa yang Hakiki

Oleh: Iswara N Raditya - 20 Maret 2019
Dibaca Normal 2 menit
Sejarah persahabatan Sandiaga Uno dan Erwin Aksa terjalin dari ikatan HIPMI dan KADIN, lalu berlanjut ke dukungan politik.
tirto.id - Erwin Aksa memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 mendatang. Padahal, pengusaha muda ini adalah politisi Partai Golkar, partai politik yang tergabung di koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin. Ada sejarah persahabatan erat dengan Sandiaga yang membuat Erwin memilih berhaluan jalan dengan partainya.

Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Selasa (19/3/2019) lalu, Erwin Aksa mengungkapkan alasannya mendukung Sandiaga Uno. “Saya dan Sandiaga Uno merupakan sahabat sejati. Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan kami lupakan,” ucapnya.

“Bagi saya, persahabatan lebih penting dari segalanya. Jangan sampai persahabatan terputus karena pilihan politik yang berbeda,” imbuh Komisaris Utama Bosowa Corporation ini.

Pilihan politik Erwin Aksa berdampak serius terhadap posisinya di Partai Golkar. Ia kini non-aktif di partai berlambang pohon beringin tersebut. Erwin Aksa sendiri mantap dengan pilihannya untuk mendukung penuh Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 nanti.

Putra Bosowa & Kerabat JK

Erwin Aksa lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, tanggal 7 Desember 1975, sedikit lebih muda dari Sandiaga Uno yang kelahiran 1969. Pendidikan dasar dan menengah dilakoni Erwin di Makassar, lalu merantau ke Bandung untuk lanjut ke sekolah menengah atas.

Lulus dari SMA Negeri 5 Bandung pada 1993, Erwin Aksa meneruskan studinya ke Amerika Serikat, tepatnya di jurusan ekonomi University of Pittsburgh, Pennsylvania. Sandiaga Uno juga pernah kuliah di negeri Paman Sam, yakni di George Washington University.


Kembali ke Indonesia, Erwin dan Sandiaga merintis karier di sektor bisnis meskipun saat itu kondisi perekonomian tanah air sedang terguncang parah akibat krisis moneter yang melanda sejak 1997 dan berdampak serius terhadap banyak sektor, termasuk runtuhnya rezim Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

Pada 1997 itu, Erwin Aksa telah menuntaskan studinya di Amerika Serikat kemudian pulang ke Makassar. Di tanah kelahiran, ia bergabung dengan perusahaan milik keluarga yakni PT Semen Bosowa, sebagai Direktur Eksekutif dan Deputi VPD, kemudian Presiden Direktur, serta Komisaris Utama hingga kini.

Ayah Erwin Aksa, Aksa Mahmud, dikenal sebagai pengusaha nasional papan atas yang pernah masuk dalam jajaran manusia terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2013. Ia pemilik Bosowa Corporation dan pernah menjadi anggota DPD serta Wakil Ketua MPR periode 2004-2009.

Aksa Mahmud adalah adik ipar Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden RI saat ini. Seperti JK, Aksa Mahmud mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 nanti, tapi tidak dengan Erwin Aksa yang memilih berbeda haluan atas nama persahabatannya dengan Sandiaga Uno.


Persahabatan yang Hakiki

Pertalian karib antara Erwin Aksa dan Sandiaga Uno terajut erat berkat HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Sandiaga, yang memang secara usia lebih tua dari Erwin, menjabat Ketua HIPMI periode 2005-2008. Erwin merupakan penerus Sandiaga sebagai Ketua HIPMI periode selanjutnya yakni 2008-2011.

Selain terjalin lewat HIPMI, kedua pengusaha muda nasional ini juga sama-sama aktif di KADIN (Kamar Dagang dan Industri). Sandiaga Uno adalah Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) KADIN sejak 2004. Sementara Erwin Aksa saat ini adalah Wakil Ketua KADIN Bidang Konstruksi dan Infrastruktur.

Dengan begitu, bukan hal yang aneh jika Erwin Aksa menyebut HIPMI dan KADIN menjadi sebagian alasannya mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019 mendatang.

"Saya dan Sandiaga Uno merupakan sahabat sejati, mantan Ketua Umum HIPMI dan aktif di KADIN. Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan kami lupakan. Kami memiliki hubungan persahabatan yang hakiki," tegas Erwin dalam rilisnya, Selasa (19/3/2019).


“Bagi saya, persahabatan lebih penting dari segalanya. Jangan sampai persahabatan terputus karena pilihan politik yang berbeda. Nilai-nilai persahabatan harus terus dipupuk karena nilai-nilai persahabatan adalah modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia,” tambahnya.

Erwin Aksa merasa berutang budi kepada Sandiaga Uno. Berkat mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, ia bisa mencapai posisi sebagai Ketua HIPMI. Menurut Erwin, Sandi adalah sosok yang tepat untuk memimpin negara ini, bersama Prabowo. Erwin tahu betul, Sandi sangat memahami perekonomian dan dunia bisnis.

“Pengusaha berharap pemimpinnya mengerti masalah ekonomi dan bisa memahami kondisi dunia usaha. Apalagi di tengah ketidakpastian global dibutuhkan pemimpin yang bisa memberikan jalan keluar terbaik," ujar Erwin Aksa, dikutip dari Republika.

Senada dengan Erwin, Sandiaga juga merasakan hal yang sama. Ia sudah menganggap Erwin selayaknya saudara. “Kami memang bersaudara, kalau di HIPMI persaudaraannya itu. Ya tiga tahun bersama-sama, tapi persahabatannya abadi,” kata Sandiaga pada 23 April 2017, dilansir Postkotanews.

Dari Pilgub ke Pilpres

Saat Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, Erwin juga mendukung Sandiaga yang saat itu berpasangan dengan Anies Baswedan, kendati Erwin kala itu masih aktif di Partai Golkar yang berpihak ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat. Bahkan, Erwin sempat disebut-sebut meminjamkan helikopter kepada Anies untuk kepentingan pilgub.

“Saya agak terbatas karena Pak Erwin aktif di Golkar, aktif di organisasi, banyak membantu di saat-saat terakhir,” ungkap Sandiaga mengenai dukungan Erwin saat itu.

Terkait sikap Erwin Aksa yang lagi-lagi mendukungnya untuk Pilpres 2019, Sandiaga Uno mengucapkan rasa terima kasihnya, “Saya berterima kasih kepada beliau sebagai pribadi dan sebagai sahabat. Saya sudah sangat lama bersahabat. Saya digantikan jadi Ketua HIPMI oleh Bang Erwin.”

Maka, atas nama persahabatan yang hakiki lagi abadi, Erwin Aksa mantap mendukung Sandiaga Uno untuk menjadi Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Ia bahkan menyatakan non-aktif dari Partai Golkar kendati dari otoritas partai ini justru mengklaim telah memecat Erwin.


“Demi persahabatan saya dengan Sandiaga Uno, akhirnya saya mohon maaf kepada seluruh kolega dan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, dan dengan ini saya menyatakan non-aktif dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pencapresan selesai,” tegas Erwin Aksa.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Politik)


Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Mufti Sholih