Sejarah NAFTA & Tujuan Dibentuknya NAFTA pada 1992 di Amerika Utara

Kontributor: Ririn Margiyanti, tirto.id - 30 Agu 2022 21:42 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Berikut ini sejarah NAFTA serta tujuan dibentuknya NAFTA pada tahun 1992 di Amerika Utara, yang melibatkan AS, Kanada, dan Meksiko.
tirto.id - NAFTA merupakan salah satu contoh organisasi multilateral regional di Amerika Utara yang tujuan pembentukannya untuk merealisasikan perdagangan bebas. Isi perjanjian NAFTA berlaku selama 1994 hingga 2020. Sejak 1 Juli 2020, perjanjian NAFTA tidak berlaku lagi karena diganti dengan UMSCA (The United States-Mexico-Canada Agreement).

NAFTA adalah perjanjian kerja sama perdagangan bebas yang melibatkan 3 negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko. Meskipun Meksiko berada di Amerika Tengah, negara ini memiliki peran besar dalam jaringan perdagangan internasional Amerika Utara sehingga dilibatkan di dalam NAFTA.

Perdagangan bebas yang dimaksud dalam kerja sama NAFTA adalah pembebasan tarif bea masuk untuk produk-produk yang berasal dari ketiga negara anggotanya. Setiap negara yang meneken perjanjian NAFTA akan mencabut ketentuan bea tarif untuk produk dari negara anggota organisasi tersebut.

NAFTA yang merupakan kepanjangan dari North American Free Trade Area dibentuk oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada tanggal 17 Desember 1992. Isi perjanjian NAFTA resmi berlaku mulai tahun 1994. Saat itu, NAFTA menjadi blok perdagangan bebas terbesar di dunia, dilihat dari segi angka produk domestik bruto 3 negara anggotanya yang mencapai 12 triliun dolar AS.

Sebagai perjanjian perdagangan bebas di Amerika Utara, NAFTA menggantikan pendahulunya yaitu CUSFTA (Canada–United States Free Trade Agreement). CUSFTA dibentuk oleh AS bareng Kanada, pada 2 Januari 1988, dan efektif berlaku sejak tahun 1989.

Penggantian CUSFTA dengan NAFTA dibahas sejak 2 Februari 1991. Pada akhir 1992 tiga pemimpin negara, yakni Perdana Menteri Kanada Brian Mulroney, Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari, dan Presiden AS George Bush secara resmi menandatangani perjanjian NAFTA.

Sementara itu, penggantian NAFTA dengan UMSCA baru resmi terjadi sekitar tiga dekade setelah pemberlakuan perjanjian kawasan perdagangan bebas tersebut.

Pada tanggal 30 November 2018, dalam KTT G20 di Argentina, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto secara resmi menandatangani UMSCA. Setelah sempat direvisi pada 10 Desember 2019, isi perjanjian UMSCA resmi berlaku mulai 1 Juli 2020.


Penggantian NAFTA dengan UMSCA tampaknya lebih dipengaruhi oleh desakan AS. Sebabnya, AS era Donald Trump menilai perjanjian NAFTA membikin perekonomian negara Paman Sam tekor dan mengalami defisit perdagangan. Sebaliknya, Kanada dan Meksiko mendapatkan keuntungan besar dari perjanjian tersebut.

USMCA merevisi perjanjian NAFTA terkait industri mobil, standar tenaga kerja, perlindungan pada hak kekayaan intelektual, serta ketentuan perdagangan digital. USMCA akan ditinjau setiap kurun waktu 6 tahun untuk memastikan apakah kesepakatan tersebut dapat diperpanjang atau tidak.


Tujuan Dibentuknya Nafta pada 1992 di Amerika Utara

Tujuan dibentuknya NAFTA yang paling utama adalah merealisasikan kawasan perdagangan bebas, yang melibatkan AS, Kanada, serta Meksiko, dengan menghilangkan hambatan tarif maupun non-tarif dalam perdagangan dan investasi.

Selain itu, NAFTA juga memuat kesepakatan 3 negara itu tentang pengurangan restriksi (batasan) investasi, perlindungan atas kekayaan intelektual, dan pengaturan layanan transportasi.

Secara umum, beberapa tujuan dari pembentukan NAFTA adalah:

  • Meningkatkan kegiatan ekonomi para anggotanya.
  • Mengusahakan standarisasi barang-barang yang diperdagangkan.
  • Meningkatkan pelayanan pada konsumen dengan mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, dan ramah dengan lingkungan.
  • Mengatur keseimbangan ekspor dan impor di antara anggotanya.

Adapun jika merujuk pada isi perjanjian NAFTA (artikel 102), tujuan resmi dari dibentuknya NAFTA adalah sebagai berikut:

1. Penghapusan hambatan perdagangan dan fasilitasi pergerakan lintas batas barang dan jasa.

2. Promosi kondisi persaingan yang adil.

3. Peningkatan substansial peluang investasi di negara anggota.

4. Memberikan perlindungan yang memadai dan efektif dan penegakan hak kekayaan intelektual di setiap negara anggota.

5. Menciptakan prosedur efektif untuk pelaksanaan dan penerapan perjanjian NAFTA dalam aspek administratif maupun penyelesaian sengketa.

6. Membentuk kerangka kerja lebih lanjut untuk kerja sama trilateral, regional, dan multilateral sehingga bisa memperluas dan meningkatkan manfaat dari perjanjian NAFTA.

Baca juga artikel terkait PERDAGANGAN BEBAS atau tulisan menarik lainnya Ririn Margiyanti
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ririn Margiyanti
Penulis: Ririn Margiyanti
Editor: Addi M Idhom

DarkLight