Sejarah Mario Gomez Pelatih Arema: Dua Kali ke Final Liga Champions

Oleh: Iswara N Raditya - 2 Januari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah karier Mario Gomez yang kini resmi menjadi pelatih Arema FC pernah turut membawa Valencia ke final Liga Champions Eropa.
tirto.id - Roberto Carlos Mario Gomez telah resmi menjadi pelatih baru Arema FC untuk kompetisi Liga 1 2020 musim depan. Sejarah karier pelatih asal Argentina ini cukup memukau lantaran pernah turut membawa Valencia ke final Liga Champions Eropa.

Di Liga 1 2019 musim lalu, Mario Gomez mengantarkan Borneo FC finis di posisi 7 klasemen akhir. Tim Pesut Etam sebenarnya ingin memperpanjang masa kerja sama dengan pelatih berusia 62 tahun ini, namun Mario Gomez memilih pergi dari Samarinda menuju Malang.

Lahir tanggal 27 Februari 1957 di Mar del Plata, Argentina, Mario Gomez, memulai karier sebagai pelatih pada usia 47 tahun, yakni dengan membesut klub Argentina bernama Gimnasia La Plata sejak 2004.

Sebelumnya, Mario Gomez telah punya pengalaman di Eropa sebagai asisten pelatih. Ia mendampingi pelatih top kala itu, Hector Cuper, saat membesut Real Mallorca (1999) dan Valencia (1999-2001) di La Liga Spanyol, serta raksasa Liga Italia Serie A, Inter Milan (2001-2003).

Sebagai asisten pelatih Hector Cuper, Mario Gomez juga turut membawa Valencia ke final Liga Champions sebanyak dua kali berturut-turut yakni pada 2000 dan 2001.

Namun, dua kali pula Valencia gagal meraih trofi Liga Champions. Los Ches kalah dari Real Madrid dan Bayern Munchen dalam dua kesempatan di partai puncak ajang paling bergengsi antar-klub di Eropa ini.


Gemilang di Asia Tenggara

Setelah bertahun-tahun menjadi pelatih klub-klub Argentina, Mario Gomez mencoba peruntungan ke Asia. Klub Asia pertama yang ditanganinya adalah South China sejak 15 Desember 2014.

Di klub papan atas Hong Kong ini, ia cuma bertahan kurang dari semusim hingga 30 April 2015 dengan mengemas 10 kemenangan, 4 kali imbang, dan 4 kekalahan dalam 18 pertandingan.

Karier Mario Gomez sebagai pelatih justru mencapai puncaknya setelah itu. Usai didepak South China, ia direkrut klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT). Di bawah asuhan Mario Gomez, JDT meraih berbagai trofi juara.

Di antaranya adalah dua kali juara Malaysia Super League (2015 dan 2016), AFC Cup 2015, Piala Sumbangsih 2016, serta Malaysia FA Cup 2016. Yang paling berkesan selain menjadi jawara Malaysia Super League dua musim beruntun tentu saja kampiun AFC Cup.

Torehan prestasi itu menghadirkan sejarah baru karena Mario Gomez telah menjadikan JDT sebagai klub Malaysia pertama yang berhasil menembus final sekaligus menjadi juara AFC Cup, turnamen antar-klub paling bergengsi di Asia setelah Liga Champions Asia.


Atas kesuksesan itu, Mario Gomez sebenarnya nyaris menjadi pelatih tim nasional Malaysia, namun batal lantaran permintaan gajinya yang dianggap terlalu tinggi. Sampai di sini, tuntas sudah karier Mario Gomez di negeri jiran.

Persib Bandung resmi menggaet Mario Gomez pada November 2017 untuk menggantikan Djadjang Nurdjaman. Di klub pertamanya di Indonesia ini, Mario Gomez membawa tim Maung Bandung menempati peringkat 4 di klasemen akhir Liga 1 2018.

Kendati begitu, Persib justru melepas sang pelatih yang kemudian hijrah ke Samarinda untuk mengarsiteki Borneo FC di Liga 1 2019 sebelum akhirnya kini berlabuh ke Arema FC menjelang bergulirnya Liga 1 2020 musim depan.

Baca juga artikel terkait LIGA 1 2020 atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Agung DH
DarkLight