Sejarah Indonesia

Sejarah Kerajaan Kendan: Letak, Silsilah Raja, Penerus Tarumanegara

Oleh: Yuda Prinada - 6 April 2021
Dibaca Normal 2 menit
Kerajaan Kendan pernah menjadi bagian dari Tarumanegara (450–700 M) dan meneruskan riwayatnya.
tirto.id - Kerajaan Kendan tercatat sebagai salah satu kerajaan dalam sejarah Sunda. Berdiri tahun 536 Masehi, kerajaan ini pernah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara (450–700 M) dan meneruskan riwayatnya.

Maharaja Suryawarman (535-561 M), pemimpin Kerajaan Tarumanegara kala itu, memberikan wilayah dan pasukan kepada menantunya yang bernama Manikmaya, seorang berdarah India yang datang dari Jawa Timur, lantaran jasa-jasanya.

Selanjutnya, Manikmaya memimpin wilayah yang kemudian dikenal sebagai Kendan atau Kelang. Kendan saat itu menjadi kerajaan kecil yang bernaung di bawah panji-panji Tarumanegara.

Dikutip dari website Desa Nagreg Kendang, Kendan berasal dari kata kenan, yaitu sejenis batuan cadas, berongga, dan di dalamnya mengandung kaca (batu beling) berwarna hitam, yang biasa disebut dengan nama batu obsidian.

Lokasi tepatnya kerajaan Sunda ini adalah di Gunung Sanghyang Anjung, Desa Nagreg Kendan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang saat ini difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah.


Pendiri & Sejarah Kerajaan Kendan

Sejak pertama kali didirikan pada 536 Masehi, Kerajaan Kendan berada di dalam lindungan Kerajaan Tarumanegara. Maharaja Suryawarman bahkan menitahkan kepada raja-raja kecil lainnya untuk menerima kehadiran Kendan dengan baik.

Jika ada yang menentang, Maharaja Suryawarman tidak segan-segan menjatuhkan hukuman, bahkan bisa saja kerajaan penentang itu dibubarkan. Dengan kata lain, Kendan merupakan anak emas Tarumanegara, terutama semasa era Suryawarman.

Manikmaya memimpin Kendan hingga tahun 568 M, kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Putra Suraliman (568-597 M). Raja ke-2 Kendan ini memiliki dua orang anak masing-masing laki-laki dan perempuan, yakni Kandiawan dan Kandiawati.

Pengganti Putra Suraliman adalah Kandiawan (597-612 M). Raja Kandiawan kemudian memindahkan pusat Kerajaan Kendan ke Medang Jati, kini daerah Garut, Jawa Barat.


Raja Kandiawan memiliki lima orang anak yang masing-masing bernama Mangukuhan, Sandang Greba, Karung Kalah, Katung Maralah, dan Wretikandayun.

Dari ke-5 pangeran tersebut, Raja Kandiawan ternyata menunjuk si bungsu yakni Wretikandayun sebagai putra mahkota.


Akhir Riwayat Kerajaan Kendan

Raja Wretikandayun bertakhta sejak tahun 612 M hingga wafatnya pada 702 M. Pada periode ini, ibu kota Kerajaan Kendan kembali dipindahkan, kali ini ke Galuh, kini wilayah Ciamis, Jawa Barat.

Pada masa ini pula Kerajaan Tarumanegara mengalami keguncangan sehingga Kendan mendeklarasikan diri sebagai kerajaan yang merdeka.

Yat Rospia Brata dan Yeni Wijayanti melalui riset bertajuk "Dinamika Budaya dan Sosial dalam Peradaban Masyarakat Sunda" dalam jurnal Artefak (2020), menyebutkan, alasan Wretikandayun melepaskan diri adalah karena Tarumanegara sedang bergejolak dan wibawanya menurun.


Selanjutnya, Tarumanegara berganti nama menjadi Kerajaan Sunda di bawah pimpinan Raja Tarusbawa. Tarusbawa adalah menantu Raja Tarumenagara terakhir.

Seiring dengan itu, Kendan juga berubah nama menjadi Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, sebagai sama-sama pewaris kekuasaan Tarumanegara, berbagi wilayah.

Dikutip dari tulisan Herlina Lubis dan kawan-kawan berjudul “Rekonstruksi Kerajaan Galuh Abad VII-XV” dalam jurnal Paramita (2016), Kerajaan Sunda menguasai telatah Sunda bagian barat dengan berpusat di Bogor, sedangkan Kerajaan Galuh berkuasa atas bagian timur dengan ibu kota di Ciamis.

Dengan demikian, riwayat Kendan sebagai kerajaan pun berakhir. Digantikan oleh Kerajaan Galuh yang kelak bergabung dengan Kerajaan Sunda dan dikenal dengan nama Kerajaan Pajajaran di bawah kekuasaan Sri Baduga Maharaja (1482-1521 M).


Silsilah Raja-raja Kendan

  1. Raja Manikmaya (536-568 M)
  2. Raja Putra Suraliman (568-597 M)
  3. Raja Kandiawan (597-612 M)
  4. Raja Wretikandayun (612-702 M)

Baca juga artikel terkait KERAJAAN SUNDA atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight