Menuju konten utama
Badminton

Sejarah Karier Kento Momota: Skandal Judi, Juara Dunia, Kecelakaan

Kento Momota mengalami kecelakaan usai meraih juara tunggal putra Malaysia Masters 2020.

Sejarah Karier Kento Momota: Skandal Judi, Juara Dunia, Kecelakaan
Pebulutangkis tunggal putra Jepang Kento Momota. ANTARA FOTO/INASGOC/Puspa Perwitasari

tirto.id - Kento Momota menjadi pebulutangkis tunggal putra nomor satu dunia saat ini, atau selepas era kejayaan Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, juga Lin Dan. Atlet Jepang 25 tahun ini telah mengoleksi bermacam gelar bergengsi di kancah badminton, termasuk 2 kali Kejuaraan Asia, 2 kali gelar Juara Dunia.

Mengikuti perjalanan karier Momota memang bagaikan menunggangi rollercoaster. Pemain kelahiran Kanagawa, Jepang, tanggal 1 September 1994 ini telah mengalami pasang-surut kehidupan, termasuk jejak-rekam kariernya di bulu tangkis, yang cukup ekstrim.

Momota pernah gemilang di level junior, kemudian gagal ke Olimpade akibat skandal judi, lantas bangkit sebagai juara dunia, dan yang terbaru menjadi salah satu korban kecelakaan lalu lintas di Malaysia.

Karier level junior dilewati Momota dengan cukup baik. Ia menyabet medali emas dalam ajang Kejuaraan Dunia Junior 2012 yang digelar di negaranya sendiri, Jepang. Di final, Momota sukses menumbangkan pemain Cina, Xue Song, lewat pertarungan rubber game. Pada tahun yang sama, ia juga merengkuh juara di ajang Kejuaraan Asia Junior yang dihelat di Gimcheon, Korea Selatan.

Skandal Judi

Awal kiprah Momota di level senior juga boleh dibilang cukup menjanjikan. Pada 2015, ia meraih gelar Singapore Open, Indonesia Open, dan Superseries Finals. Semester pertama tahun 2016 juga sempat ia warnai dengan gelar India Open.

Namun, rentetan prestasi tersebut mesti terhenti saat Momota terjerat pelanggaran hukum pada April 2016. Ia kepergok mengunjungi tempat judi illegal di Tokyo. Momota terjerat kasus skandal judi bersama rekan setimnya, Kenichi Tago.

Akibat kasus ini, Asosiasi Badminton Jepang membatalkan partisipasi Momota ke Olimpiade Rio 2016, serta mendapat larangan bertanding hingga akhir 2017.

Juara Dunia

Usai terbebas dari sanksi, Momota kembali menunjukkan tajinya. Tahun 2018, ia merengkuh 4 gelar BWF World Tour. Tahun yang sama, Momota juga meraih gelar juara dunia pertamanya di level senior. Di partai puncak, Momota menjungkalkan sang juara Olimpade 2016 asal Cina, Chen Long, lewat duel straight game 21-17 dan 21-13.

Torehan prestasi Momota pada 2019 tak kalah mentereng. Pemain bertangan kidal ini mengumpulkan 8 gelar BWF World Tour, ditambah trofi BWF World Tour Finals, serta sukses mempertahankan gelar Juara Dunia 2019.

Awal musim turnamen 2020 juga diawali Momota dengan baik. Ia menyabet gelar juara di ajang Malaysia Masters 2020.

Korban Kecelakaan

Musibah menimpa Momota usai merengkuh juara tunggal putra Malaysia Masters 2020. Dalam perjalanan dari hotel menuju Kuala Lumpur International Airport, mobil yang ia tumpangi terlibat kecelakaan.

Dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Maju (Mex Highway), Kuala Lumpur, Malaysia, ini, sang pengemudi dilaporkan tewas, sementara empat penumpang, termasuk Momota, dikabarkan mengalami luka-luka.

“Menurut para dokter, sejauh ini empat korban sedang masa pemulihan dan dalam kondisi stabil, kami memonitor mereka semua dengan seksama,” kata Syed Saddiq, Menteri Olahraga Malaysia, dikutip dari StarOnline, Senin (13/1/2020).

Momota dilaporkan mengalami cedera patah tulang hidung dan pipi, serta harus mendapat beberapa jahitan di bibir.

Absen di Indonesia Masters 2020

Mengenai turnamen berikutnya yakni Indonesia Masters 2020 yang akan digelar di Jakarta mulai tanggal 14 Januari 2020, Momota sebelumnya memang telah memutuskan untuk tidak ikut serta.

“Menjelang akhir tahun lalu, saya sangat sibuk, terutama setelah Final Tur Dunia BWF dan Kejuaraan Nasional Jepang," ucap Momota dikutip dari The New Straits Times, Kamis (9/1/2020).

“Saya tidak ingin terlalu memaksakan diri karena saya takut mengalami cedera, itulah sebabnya saya memilih untuk mundur dari Indonesia Masters," tambahnya.

Momota memang harus beristirahat sementara waktu, bukan karena cedera atau kelelahan, melainkan lantaran menjadi korban kecelakaan.

Patut ditunggu sejauh mana masa pemulihan yang harus dijalani pemain andalan Jepang ini. Apakah faktor eksternal bakal kembali menghalangi langkah Momota untuk berkiprah di Olimpiade Tokyo 2020 pada akhir Juli mendatang?

Baca juga artikel terkait KENTO MOMOTA atau tulisan lainnya dari Oryza Aditama

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya