Badminton

Sejarah Juara Ganda Putra Kejuaraan Dunia Masih Milik Indonesia

Oleh: Oryza Aditama - 10 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Bulutangkis Indonesia mencatatkan sejarah gemilang dalam daftar juara ganda putra Kejuaraan Dunia Badminton dengan meraih gelar terbanyak hingga saat ini.
tirto.id - Bulutangkis Indonesia mencatatkan sejarah gemilang dalam daftar juara ganda putra Kejuaraan Dunia Badminton, terbanyak hingga saat ini. Sejak pertama kali digelar pada 1977, ganda putra Merah Putih menjadi juara 9 kali, berjarak tipis dengan perolehan Cina di urutan kedua yang mengumpulkan 8 gelar juara.

Adapun 9 gelar juara pasangan ganda putra Indonesia diperoleh saat Kejuaraan Dunia edisi 1977, 1980, 1993, 1995, 1997, 2001, 2007, 2013, dan 2015. Sedangkan 8 capaian terbaik Cina didapatkan pada 1987, 1989, 2006, 2009, 2010, 2011, 2017, dan 2018.

Hendra Setiawan menjadi pebulutangkis paling menonjol dalam sejarah ganda putra di Kejuaraan Dunia dengan meraih 3 gelar juara. Satu gelar disumbangkan Hendra saat bertandem dengan Markis Kido pada 2007. Sementara dua gelar yang lain ia torehkan bersama Mohammad Ahsan pada 2013 dan 2015.

Di kubu Cina, duet maut Fu Haifeng dan Cai Yun merupakan pasangan ganda putra yang terbanyak meraih gelar dengan menyabet 4 kali juara. Gelar perdana diperoleh tahun 2006, kemudian pada 2009, 2010, dan 2011. Hingga kini, torehan 4 gelar juara dunia oleh pasangan Fu Haifeng/Cai Yun belum sanggup disamai oleh ganda putra manapun.


Kejuaraan Dunia tahun ini akan dihelat pada 19-25 Agustus 2019, di Basel, Swiss. Kontingen ganda putra Indonesia mengirimkan 4 pasang wakil, 3 di antaranya masuk dalam daftar unggulan.

Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (unggulan 1), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (unggulan 4), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (unggulan 7), serta pasangan non-unggulan Berry Angriawan/Hardianto.

Daftar Juara Ganda Putra di Kejuaraan Dunia Sejak 1977:
  • Edisi 1977, di Malmo, Swedia, juara: Tjun Tjun/Johan Wahjudi (Indonesia)
  • Edisi 1980, di Jakarta, Indonesia, juara: Ade Chandra/Christian Hadinata (Indonesia)
  • Edisi 1983, di Copenhagen, Denmark, juara: Steen Fladberg/Jesper Helledie (Denmark)
  • Edisi 1985, di Calgary, Kanada, juara: Park Joo-bong/Kim Moon-soo (Korea Selatan)
  • Edisi 1987, di Beijing, Cina, juara: Li Yongbo/Tian Bingyi (Cina)
  • Edisi 1989, di Jakarta, Indonesia, juara: Li Yongbo/Tian Bingyi (Cina)
  • Edisi 1991, di Copenhagen, Denmark, juara: Park Joo-bong/Kim Moon-soo (Korea Selatan)
  • Edisi 1993, di Birmingham, Inggris, juara: Ricky Subagja/Rudy Gunawan (Indonesia)
  • Edisi 1995, di Lausanne, Swiss, juara: Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Indonesia)
  • Edisi 1997, di Glasgow, Skotlandia, juara: Candra Wijaya/Sigit Budiarto (Indonesia)
  • Edisi 1999, di Copenhagen, Denmark, juara: Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon (Korea Selatan)
  • Edisi 2001, di Seville, Spanyol, juara: Tony Gunawan/Halim Haryanto (Indonesia)
  • Edisi 2003, di Birmingham, Inggris, juara: Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark)
  • Edisi 2005, di Anaheim, AS, juara: Tony Gunawan/Howard Bach (Amerika Serikat)
  • Edisi 2006, di Madrid, Spanyol, juara: Fu Haifeng/Cai Yun (Cina)
  • Edisi 2007, di Kuala Lumpur, Malaysia, juara: Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)
  • Edisi 2009, di Hyderabad, India, juara: Fu Haifeng/Cai Yun (Cina)
  • Edisi 2010, di Paris, Perancis, juara: Cai Yun/Fu Haifeng (Cina)
  • Edisi 2011, di London, Inggris, juara: Cai Yun/Fu Haifeng (Cina)
  • Edisi 2013, di Guangzhou, Cina, juara: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia)
  • Edisi 2014, di Copenhagen, Denmark, juara: Ko Sung-hyun/Shin Baek-cheol (Korea Selatan)
  • Edisi 2015, di Jakarta, Indonesia, juara: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia)
  • Edisi 2017, di Glasgow, Skotlandia, juara: Liu Cheng/Zhang Nan (Cina)
  • Edisi 2018, di Nanjing, Cina, juara: Li Junhui/Liu Yuchen (Cina)

Baca juga artikel terkait KEJUARAAN DUNIA 2019 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight