Liga Champions 2020/2021

Sejarah Chelsea di Liga Champions: Juara 2012 ke Final UCL 2021

Oleh: Wan Faizal - 6 Mei 2021
Dibaca Normal 2 menit
Chelsea pernah merengkuh trofi Liga Champions pada 2011/2012 silam.
tirto.id - Duel Chelsea vs Manchester City tersaji dalam final Liga Champions 2020/2021 di Stadion Olimpiade Ataturk, Turki, pada Sabtu (29/5/2021) mendatang. Ini final UCL pertama bagi City, sedangkan The Blues pernah merengkuh trofi Liga Champion pada 2011/2012 silam. Mampukah Chelsea mengulang sejarah?

Final nanti akan menjadi final UCL ketiga bagi Chelsea dalam riwayat partisipasi mereka di Liga Champions. Pertama kali menembus final pada 2007/2008, The Blues harus mengakui keunggulan Manchester United di Moscow lewat adu penalti.

Dalam All England Final UCL itu, kedua tim bermain sama kuat 1-1 hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir. Laga pun dilanjutkan dengan adu tos-tosan yang dimenangkan MU dengan skor 6–5.

Empat tahun kemudian, lewat adu penalti pula, Chelsea menebusnya dengan sempurna. Berhadapan dengan Bayern Munchen di Allianz Arena, The Blues yang tidak diunggulkan membuat kejutan.

Bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pertandingan, Frank Lampard dan kawan-kawan akhirnya mengangkat trofi juara setelah mengalahkan sang jagoan Jerman via adu penalti dengan skor 3–4.


Jalan Mulus Chelsea ke Final UCL 2020/2021

Chelsea melangkah cukup mulus ke final Liga Champions 2020/2021 ini, baik ketika masih dibesut oleh Frank Lampard maupun setelah estafet kepelatihan beralih kepada Thomas Tuchel.

Lampard hanya bertugas di babak grup UCL saja sebelum digantikan Tuchel. Dari 6 pertandingan, Chelsea tak terkalahkan dengan hasil 4 kemenangan dan 2 imbang. Total 14 gol dicetak dan hanya kebobolan 2 gol saja.

Tuchel meneruskan tugas Lampard dengan bagus di babak knock-out. Dari 6 laga, Chelsea dibawanya meraih 4 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kalah. Gawang Edouard Mendy tercatat hanya kebobolan 2 gol, sedangkan gol yang mampu dicetak adalah 8 gol.

Satu hal menarik dibanding keberhasilan Chelsea menjuarai UCL pada 2011/2012 lalu adalah dari posisi pelatih. Mulanya, The Blues dibesut oleh Andre Villas-Boas. Namun, dalam perjalanan, tepatnya pada 4 Maret 2012, AVB dipecat dan digantikan oleh Roberto Di Matteo.

Beberapa hari setelah resmi melatih, Di Matteo langsung membawa Chelsea melaju mulus di Liga Champions dengan melewati Napoli, Benfica, dan Barcelona, untuk menjejakkan kaki final melawan Bayern Munchen. Tak dinyana, Chelsea juara!

Kisah heroik itu cukup mirip dengan apa yang terjadi musim ini. Lampard harus merelakan jabatannya pada Januari 2021 untuk diberikan pada Tuchel.

Harapan tinggi tentunya ada di pundak pelatih asal Jerman itu untuk bisa meneruskan jejak Di Matteo, yakni merengkuh juara UCL 2020/2021.

Tuchel sendiri punya motivasi khusus. Musim lalu, ia mengantarkan Paris Saint-Germain (PSG) hingga ke final Liga Champions 2019/2020. Namun, skuad asuhan Tuchel kalah di final.

“Kami akan datang ke Istanbul dengan kepercayaan diri tinggi dan energi yang positif. Saya hanya berharap tak ada pemain saya yang mengalami cedera. Kami akan sampai di sana untuk fokus meraih kemenangan,” tandas Tuchel.


Head to Head City vs Chelsea Jelang Final UCL

Di Liga Champions, final nanti akan menjadi perjumpaan pertama bagi Man City dan Chelsea. Jauh sebelumnya, dua wakil Inggris ini pernah bertemu di Piala Winners 1970/1971. Kala itu, Chelsea 2 kali mengalahkan City dengan skor sama yakni 1-0.

Secara total, Chelsea masih lebih unggul head to head atas City. Dari 165 kali pertemuan di semua ajang, Chelsea sanggup memenangi 67 pertandingan. The Citizens di sisi lain baru menang 58 kali sementara 40 pertandingan lain berakhir imbang.

Musim ini saja kedua tim pernah bertemu dua kali. City sempat mengalahkan Chelsea 1-3 di Stamford Bridge. Saat itu, Ilkay Gundogan, Phil Foden, dan Kevin De Bruyne menjadi dalang kemenangan tim tamu.

Chelsea kemudian membalasnya di semi final FA Cup April 2021 lalu. Gol tunggal dari Hakim Ziyech memupus harapan pasukan Pep Guardiola untuk meraih quadruple musim ini.

“Kemenangan itu (di FA Cup) tak akan membuat kami diunggulkan (di final UCL) meski kami merasa lebih baik. Kepercayaan diri tentu akan meningkat. Di Istanbul nanti kami perlu menampilkan performa seperti itu lagi,” ujar Tuchel.

Sebelum berpikir lebih jauh ke Istanbul, akhir pekan ini kedua tim akan bertemu di Etihad Stadium dalam lanjutan Liga Inggris.

Kemenangan akan memastikan City menjadi juara. Chelsea tentu ingin menunda pesta juara The Citizens sekaligus memberi penegasan bahwa mereka sangat siap untuk duel bergengsi di Istanbul.


Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan menarik lainnya Wan Faizal
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight