Sejarah Bulu Tangkis, Pengertian dan Istilah-istilahnya

Oleh: Erika Erilia - 8 Juni 2021
Dibaca Normal 2 menit
Asal-usul bulu tangkis diperkirakan berkembang pertama kali di zaman Cina kuno lewat permainan jianzi.
tirto.id - Bulu tangkis adalah cabang olahraga yang cukup populer di Indonesia. Alat yang dibutuhkan untuk olahraga ini adalah raket dan shuttlecock (kok) yang berfungsi sebagai bola.

Bulu tangkis dapat dimainkan di dalam maupun di luar lapangan. Lapangan bulu tangkis selalu terbagi menjadi dua yang dipisahkan oleh net dan dibatasi oleh garis-garis dengan jarak tertentu.

Sejarah Bulu Tangkis

Asal-usul bulu tangkis diperkirakan berkembang pertama kali di zaman Cina kuno lewat permainan jianzi. Jianzi merupakan permainan sederhana yang menggunakan shuttlecock dan kekuatan kaki.

Aturan permainan ini adalah menjaga agar shuttlecock tetap berada di udara selama mungkin dan tidak jatuh ke tanah. Pemain dilarang menggunakan tangan dan hanya diperbolehkan memakai kaki.

Selain di Cina, olahraga bulu tangkis juga dipercaya berkembang lewat permainan battledores yang populer di Inggris tempo dulu. Permainan ini menggunakan sebuah tongkat pemukul untuk menjaga shuttlecock tetap berada di udara dan tidak jatuh ke tanah.

Mengutip buku Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan untuk kelas VIII, olahraga bulu tangkis yang dimainkan secara kompetitif menggunakan net mulai muncul di abad 19 di Pune, India.

Dahulu, kota Pune disebut sebagai Poona, karena itu permainannya juga disebut sebagai poona pada masa itu.

Di sekitar tahun 1850, poona kemudian dibawa ke Inggris oleh para tentara Kerajaan Inggris yang saat itu menjajah India. Kemudian di tahun 1860, permainan yang awalnya disebut poona atau battledores ini mulai disebut sebagai badminton.

Penyebutkan ini dilakukan setelah permainan tersebut digelar di Badminton House milik Duke de Beaufort di Gloucestershire, Inggris.

Sejak saat itu, permainan badminton menjadi populer dan mengalami perkembangan pesat. Badminton atau bulu tangkis ini kemudian dibawa oleh orang-orang Belanda dan akhirnya masuk ke Indonesia.

Pada tanggal 5 Juli 1934, didirikan International Badminton Federation (IBF), sebuah organisasi yang mengatur kegiatan badminton di tingkat internasional.

Di Indonesia sendiri, organisasi Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mulai didirikan pada 5 Mei 1951. Indonesia kemudian resmi menjadi anggota IBF pada tahun 1953.


Istilah Pukulan dalam Bulu Tangkis

Dalam permainan bulu tangkis, terdapat beberapa istilah yang merujuk pada teknik pukulan tertentu. Berikut adalah beberapa istilah dalam bulu tangkis beserta pengertiannya:

Pukulan Servis

Servis adalah pukulan menerbangkan shuttlecock dengan raket ke arah kotak servis lapangan lawan yang dilakukan secara diagonal/menyilang. Pukulan ini dilakukan di awal permainan sebagai pembuka atau untuk memulai rally permainan.

Berikut macam-macam pukulan servis seperti dikutip dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk kelas VII :

1. Servis pendek (short service)

Shuttlecock dipukul dan menyusur tipis melewati net.

2. Servis panjang (long service)

Memukul shuttlecock setinggi-tingginya agar jatuh ke garis belakang bidang lapangan lawan.

3. Servis datar (drive service)

Shuttlecock dipukul dengan cepat, keras, dan datar sehingga dapat melewati net secara sejajar dengan lantai.

4. Servis cambuk

Servis yang dilakukan dengan cara mencambuk atau memukul shuttlecock secara mendadak.



Pukulan Lob (Clear)

Lob adalah pukulan yang dilakukan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin dan mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan.

Lob dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

1. Overhead lob

Pukulan lob ini dilakukan dari atas kepala. Pukulan tersebut akan membuat shuttlecock terbang melambung ke arah belakang lapangan lawan.

2. Underhead lob

Pukulan lob yang dilakukan dari bawah. Shuttlecock yang berada di bawah badan dipukul dan dilambungkan tinggi ke arah belakang lapangan lawan.


Pukulan Drop Shot

Drop shot adalah teknik memukul dalam bulu tangkis untuk menerbangkan shuttlecock ke area lawan dan tetap berada di dekat jaring. Pukulan ini dilakukan dengan dorongan yang pelan atau lembut agar shuttlecock bisa jatuh di dekat net.


Pukulan Smash

Smash merupakan teknik memukul shuttlecock yang diandalkan untuk mencetak poin. Smash dilakukan dengan cara memukul shuttlecock secara keras dan cepat.

Arah pukulan smash biasanya menukik tajam ke bawah hingga shuttlecock masuk ke area lapangan lawan. Tenaga dan kecepatan yang tinggi sangat diperlukan untuk menciptakan pukulan smash yang baik.

Macam-macam teknik dalam pukulan smash:

1. Smash penuh

Shuttlecock dipukul dengan daun raket sepenuhnya dengan kekuatan maksimal.

2. Smash potong

Pukulan tidak dilakukan dengan keras, namun shuttlecock dapat meluncur dengan lebih tajam dan terarah.

3. Around the head smash

Smash dilakukan dengan lengan yang berputar dan mengitari/dilingkarkan di atas kepala.

4. Backhand smash

Pukulan smash yang dilakukan menggunakan daun raket bagian belakang.


Pukulan Drive

Pukulan drive adalah teknik memukul shuttlecock secara cepat dan mendadak ke arah lawan. Pukulan ini biasanya dilakukan secara diagonal atau lurus ke depan.

Tujuan dari pukulan drive adalah agar lawan sulit mengembalikan shuttlecock. Pukulan drive menuntut gerakan tangan yang cepat, reflek, dan kekuatan pergelangan tangan yang baik.


Baca juga artikel terkait BULU TANGKIS atau tulisan menarik lainnya Erika Erilia
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight