Menuju konten utama

Sebagian Warga AS Salahkan Trump Terkait Penutupan Pemerintahan

Trump mengatakan bahwa dirinya tidak akan berkompromi dengan tuntutannya membangun tembok perbatasan antara AS dan Meksiko untuk mengatasi imigrasi ilegal.

Sebagian Warga AS Salahkan Trump Terkait Penutupan Pemerintahan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersenyum sebelum penandatanganan perintah eksekutif tentang penguatan keamanan pensiun di America at Harris Conference Center di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat, Jumat (31/8/2018). ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas

tirto.id - Sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) menyalahkan Presiden Donald Trump karena penutupan sebagian pemerintah AS masih berlanjut.

Data ini diambil dari hasil jajak pendapat Reuters/ Ipsos pada Kamis (27/12/2018) yang dilansir dari The New York Times.

Menurut jejak pendapat yang dilakukan pada 21-25 Desember, terdapat 47 persen warga AS menganggap Trump bertanggung jawab, sementara 33 persen menyalahkan Demokrat di Kongres dan 7 persen orang Amerika menyalahkan Partai Republik.

Penutupan itu dipicu oleh permintaan Trump untuk membantu membayar tembok yang akan dibangun di sepanjang perbatasan AS-Meksiko senilai 5 miliar dolar AS.

Hanya 35 persen responden dalam jajak pendapat itu mengatakan mereka mendukung kongres mengeluarkan uang untuk membangun tembok pembatas. Sementara 25 persen lainnya mengatakan mereka mendukung Trump menutup pemerintah atas masalah ini.

Sementara itu, dikutip dari laman BBC dan AP, Jumat (28/12/2018), sengketa pendanaan ini telah menyebabkan ratusan ribu karyawan federal terkena cuti tanpa dibayar dan sebagian harus tetap bekerja tanpa tahu kapan akan dibayar.

Seperti yang terjadi pada staf bea cukai, perbatasan dan bandara mereka akan tetap bekerja, meskipun bayaran mereka akan ditunda.

Sekitar 80 persen karyawan Taman Nasional akan dipulangkan, dan taman tersebut kemungkinan akan ditutup atau beberapa mungkin akan tetap buka dengan staf dan fasilitas yang terbatas.

Sedangkan sekitar 90 persen pekerja Departemen Perumahan akan mengambil cuti yang tidak dibayar, hal ini tentu saja dapat menunda pemrosesan pinjaman dan persetujuan.

Sebagian besar Internal Revenue Service (IRS) juga akan mendapatkan cuti tanpa dibayar, termasuk mereka yang membantu pembayaran pajak, sisanya 75% dari pemerintah federal sepenuhnya akan dibayar hingga September 2019. Sehingga departemen pertahanan, veteran, tenaga kerja dan pendidikan akan tetap bekerja dan tidak mendapatkan cuti tanpa dibayar.

Trump sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak akan berkompromi dengan tuntutannya membangun tembok perbatasan antara AS dan Meksiko untuk mengatasi imigrasi ilegal.

"Biarkan Demokrat akhirnya menyadari bahwa kita sangat membutuhkan Keamanan Perbatasan dan Tembok di Perbatasan Selatan. Ini harus dilakukan untuk menghentikan masuknya narkoba, perdagangan manusia, anggota geng dan penjahat datang ke negara kita. Apakah Dems menyadari bahwa sebagian besar orang yang tidak dibayar adalah Demokrat?," kecam Trump dalam akun Twitter @realDonaldTrump.

Sementara itu, kedua kubu yakni Partai Demokrat dan Republik hingga kini belum mencapai kesepakatan soal anggaran tembok senilai 5 miliar dolar AS. Ini yang membuat penutupan pemerintahan AS berlanjut hingga minggu depan, sebab pertemuan kedua kubu baru akan digelar kembali pekan depan.

Baca juga artikel terkait KEBIJAKAN DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Nur Hidayah Perwitasari

tirto.id - Politik
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Nur Hidayah Perwitasari