SEA Games 2019: Potensi Topan Kamuri, Selancar Angin Ditunda

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 1 Desember 2019
Cabor selancar angin hari ini ditunda karena potensi angin topan kamuri.
tirto.id - Panitia SEA Games 2019, PHISGOC, menunda pertandingan cabor selancar angin Minggu (1/12/2019) hari ini sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Seperti dilansir AFP, penundaan ini disebabkan ancapan angin topan kamuri yang diperkiraka menghantam daerah pasifik, Senin malam atau selasa pagi.

“Selancar angin ditangguhkan sampai kami punya gambaran cuaca yang lebih akurat,” tutur Ramon Agredo, kepala komite penyelenggara klaster Subic.

Menurut perkiraan topan kamuri ini bisa mencapai kecepatan embusan angin 170 kilometer per jam dan akan membawa hujan lebat. Akibat potensi bahaya ini pula, pemerintah setempat juga telah melakukan evakuasi kepada masyarakat yang kemungkinan bisa terdampak.

The Strait Times mencatat total warga yang dievakuasi mencapai 800 keluarga atau sekitar 3.000-4.000 orang. Angka ini diyakini masih akan bertambah lantaran hingga artikel ini rilis evakuasi masih berlangsung. Kebanyakan dari mereka dievakuasi ke bangunan di daerah aman seperti sekolah, posko bencana provinsi, dan bangunan-bangunan besar lain.


Penundaan beberapa cabor SEA Games dan ancaman topan kamuri ini sebenarnya bukan hal mengejutkan. Sebab sejak Sabtu (31/11/2019) malam, beberapa wilayah di Filipina sudah tampak diterjang badai.

SEA Games 2019 di Filipina merupakan pesta olahraga yang diperkirakan akan memecahkan rekor. Tahun ini sebanyak 8.750 atlet dan ofisial dari berbagai negara diperkirakan hadir, melebihi dari yang pernah ada. Tak cuma itu, total gelaran ini melibatkan 12.000 panitia dan relawan.

Hingga kini tuan rumah masih memimpin perolehan medali. Tercatat Filipina telah meraup 18 emas, delapan perak, dan empat perunggu, unggul jauh atas Vietnam dan Singapura pada urutan dua dan tiga.


Baca juga artikel terkait SEA GAMES 2019 atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Agung DH
DarkLight