Menuju konten utama
Pandemi COVID-19

Satgas Sebut Vaksinasi Jalan Usai Hasil Uji Klinis III & Izin BPOM

Program vaksinasi nasional baru dilakukan usai uji klinis tahap tiga dan izin darurat dari BPOM keluar.

Satgas Sebut Vaksinasi Jalan Usai Hasil Uji Klinis III & Izin BPOM
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

tirto.id - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito belum bisa memastikan jadwal vaksinasi nasional COVID-19. Wiku menyebut vaksinasi nasional baru berjalan apabila hasil uji klinis ketiga dan hasil kajian BPOM selesai.

"Jadi program vaksinasi nasional pada prinsipnya sangat bergantung pada hasil uji klinis tahap tiga yang sedang dilakukan yang nantinya akan dikaji oleh BPOM sebelum dikeluarkan emergency use authorization (EUA)," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Wiku mengatakan, pemerintah kini lebih mengutamakan agar vaksin memiliki khasiat dan minim efek samping. Namun pemerintah berharap agar tahapan vaksinasi bisa sesuai jadwal.

Selain itu, Wiku menuturkan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam persiapan vaksinasi nasional. Ia berkata, pemerintah pusat sudah berkoordinasi soal jumlah SDM yang dibutuhkan berbasis jumlah warga di daerah hingga sarana pendukung vaksinasi.

Ia pun mengatakan, Presiden Jokowi sudah melakukan peninjauan simulasi vaksinasi nasional di Kota Bogor, Jawa Barat pada 18 November 2020 lalu. Kemudian, Satgas juga mengklaim kalau mereka sudah menyiapkan logistik kesiapan prosedur menjaga kondisi vaksin.

"Saat ini rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia, mencapai 97 persen," kata Wiku.

"Pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi untuk menentukan daerah prioritas yang akan memperoleh vaksin, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti jumlah kasus positif, jumlah penduduk, luas wilayah dan sebagainya," tutur Wiku.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz