Satgas Madago Raya Masih Buru Kelompok MIT Pembunuh 4 Warga Poso

Oleh: Adi Briantika - 19 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Saat ini personel Polres Poso dan Polda Sulawesi Tengah serta Satgas Operasi Madago Raya terus mengejar kelompok MIT.
tirto.id - Aparat keamanan masih memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang membunuh empat petani. Pembunuhan itu terjadi di perkebunan kopi di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada 11 Mei 2021, sekitar pukul 9 pagi.

“Saat ini personel Polres Poso dan Polda Sulawesi Tengah serta Satgas Operasi Madago Raya terus mengejar kelompok tersebut,” ucap Kabag Penum Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Rabu (19/5/2021).

Para korban yaitu PP, LL, SS, dan MS, sedangkan polisi telah memeriksa satu saksi. “Pelaku diduga adalah kelompok MIT atas nama Qatar dan kawan-kawan, diperkirakan lima orang,” sambung Ramadhan.

Pemerintah pun merespons isu pembunuhan tersebut. Deputi V KSP Jaleswari Pramodawardhani menyatakan pemerintah akan menindak tegas pelaku dan organisasi teroris di Indonesia, baik di Poso, Papua dan tempat lain di Indonesia.

"Atas kebiadaban kelompok teroris ini Kantor Staf Kepresidenan (KSP) mengutuk keras dan memastikan bahwa aparat keamanan akan melakukan pengejaran dan penindakan terhadap kelompok teroris MIT," kata dia, Rabu (12/5).

Tindakan yang dilakukan MIT di tengah bulan suci Ramadan serta situasi pandemi COVID-19 menunjukkan watak dan perilaku para teroris yang sama sekali tidak memiliki nilai-nilai agama dan nurani kemanusiaan, kata dia.

Jaleswari menekankan bahwa penindakan terhadap teroris dan terorisme ditujukan untuk menjamin rasa aman masyarakat sehingga masyarakat bisa turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam proses pembangunan, serta menikmati hasil dari proses pembangunan yang merupakan hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi dan instrumen HAM internasional.



Baca juga artikel terkait MIT atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Abdul Aziz
DarkLight