Satgas: Hindari Aktivitas yang Berisiko Tinggi Menularkan COVID-19

Oleh: Maya Saputri - 28 Juni 2021
Dibaca Normal 2 menit
Kasus Corona di Indonesia semakin naik, Satgas COVID-19 meminta masyarakat mengurangi aktivitas yang berisiko tinggi menularkan virus Corona.
tirto.id - Makin meningkatnya kasus Corona di Indonesia, Satgas COVID-19 meminta masyarakat mengurangi aktivitas yang berisiko dalam kategori tinggi menularkan virus Corona.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito
mengungkapkan dalam memetakan risiko aktivitas masyarakat maka perlu perhatian terhadap
tiga aspek yaitu lokasi, kedekatan, dan waktu berlangsungnya aktivitas.

”Perlu diperhatikan, upaya pencegahan harus dilakukan secara serentak oleh seluruh anggota keluarga, untuk saling melindungi satu sama lain sehingga penularan di tingkatan keluarga dapat dihindari,” jelas Wiku, dalam rilis pers.

Merujuk pada kategorisasi WHO, maka terdapat panduan pemetaan aktivitas yang dapat diikuti
oleh masyarakat sebagai upaya meminimalisasi pencegahan penularan Covid-19. Kategorisasi
tersebut terdiri dari risiko lebih tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah.

Aktivitas dalam kategori risiko lebih tinggi jika tidak dilakukan dengan protokol kesehatan meliputi kontak fisik seperti berjabat tangan, makan di dalam ruangan tertutup, dan menghadiri atau melakukan aktivitas di tempat yang ramai.

Selanjutnya, kegiatan yang masuk ke dalam kategori risiko sedang jika tetap mematuhi protokol kesehatan meliputi berkunjung ke kediaman orang lain, berkumpul dengan banyak orang di luar ruangan, mengunjungi rumah sakit/dokter, dan berkunjung ke fasilitas publik serta menggunakan transportasi umum.

Sedangkan kegiatan yang masuk ke dalam risiko rendah jika tetap mematuhi protokol
kesehatan meliputi berdiam diri di rumah dan melakukan aktivitas di luar rumah dengan tetap
menjaga jarak. Aktivitas masyarakat yang berisiko ini harus segera ditekan sekarang juga dan
masyarakat juga harus mengingatkan orang lain, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat
agar risiko penularan dapat diminimalisir.

Infografik Aktivitas yang Berisiko Menularkan Covid-19
Infografik BNPB Aktivitas yang Berisiko Menularkan Covid-19. tirto.id/Rangga


Partisipasi masyarakat dalam membantu mengendalikan laju penularan Covid-19 dapat
dilakukan dengan mendukung efektivitas PPKM Mikro melalui Posko sebagai pengendali Covid-19 setempat. Khusus untuk daerah-daerah kontributor kasus tertinggi nasional berturut-turut
seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan kontribusinya
dalam menekan jumlah kasus yang muncul sehingga dapat berdampak pada pengendalian
kasus di tingkat nasional.

Selanjutnya, masyarakat diminta untuk bersikap suportif khususnya dalam upaya testing dan
tracing massal yang dilakukan satuan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Warga diminta melaporkan secara transparan setiap kasus positif yang ada serta bersedia bekerja sama ikut serta dalam pelacakan kontak erat mulai dari tahapan penilaian risiko sampai rujukan upaya isolasi atau perawatan jika dibutuhkan," jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga harus bersikap komunikatif dengan aparat di tingkatan desa yaitu
Puskesmas tingkat kelurahan terkait pemantauan pelaksanaan karantina atau isolasi mandiri
maupun saat perawatan agar peluang kesembuhan semakin tinggi.

Jika fasilitas kesehatan di tingkat kelurahan kurang memadai maka komunikasi yang baik harus juga terjalin dengan aparat di tingkat kecamatan baik Puskesmas atau RSUD yang ada. Pemerintah sangat mengapresiasi pihak desa/kelurahan dan masyarakat yang mendukung
penuh kebijakan yang pemerintah ambil.

Penting untuk diingat, jika upaya bela negara ini dilakukan secara kolektif maka efeknya akan
sangat signifikan dan berdampak dalam waktu yang sangat cepat. “Oleh karenanya,
manfaatkan peran yang ada sekarang juga, baik kecil maupun besar. Masyarakat yang
menyadari situasi Covid-19 terkini dan berkontribusi dalam pengendaliannya adalah sosok
patriot sejati,” pungkas Wiku.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19
Banner BNPB. tirto.id/Fuad




Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Maya Saputri
Editor: Agung DH
DarkLight