Kampanye COVID-19

Satgas Covid: Kasus Positif & Positivity Rate Turun, Jangan Lengah

Oleh: Fitra Firdaus - 4 Agustus 2021
Dibaca Normal 2 menit
Meskipun kasus positif dan positivity rate Covid-19 skala nasional turun, terdapat sejumlah provinsi yang alami kenaikan. Masyarakat mesti tetap waspada.
tirto.id - Satgas Penanganan Covid-19 mengklaim bahwa dalam 2 minggu terakhir berdasarkan data terjdi penurunan kasus positif dan angka positivity rate mingguan Covid-19 skala nasional. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap patut dijaga karena sejumlah provinsi mengalami kenaikan kasus.

"Secara umum pemberlakuan PPKM Level 4 pada tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus telah membawa perbaikan yang terlihat dari berbagai indikator seperti penurunan jumlah kasus harian, penurunan Bed Occupancy Ratio (BOR), dan meningkatnya angka kesembuhan," terang Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito pada Selasa (3/8/2021) yang tayang di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selama 2 pekan terakhir, yaitu dalam rentang 19 Juli hingga 1 Agustus, terjadi tren penurunan kasus positif Covid-19 dalam skala nasional jika melihat dari puncak kasus tertinggi 3 minggu lalu. Pada pekan 12 hingga 18 Juli, terdapat 350.273 kasus positif dengan positivity rate mencapai 30,72 persen.

Setelah itu, pada pekan 19-25 Juli 2021, terdapat 289.029 kasus (positivity rate mencapai 27,38%). Angka tersebut turun kembali pada pekan berikutnya (26 Juli-1 Agustus 2021) dengan 273.891 kasus (positivity rate 25,18%).

"Kontribusi masyarakat sangat besar terhadap penurunan kasus Covid-19. Angka kasus positif dan positivity rate dapat terus menurun jika pemerintah daerah terus meningkatkan penanganan di wilayahnya, sementara masyarakat dapat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan," tamba Wiku.

Data Kasus Positif & Positivity Rate Covid-19 di Indonesia


Berikut ini data perkembangan kasus positif dan positivity rate Covid-19 di Indonesia berdasarkan Satgas Penanganan Covid-19 sejak pekan 21-27 Juni 2021 hingga pekan 26 Juli-1 Agustus 2021 (rentang 6 pekan).

Pekan Kasus Positif Positivity Rate
21-27 Juni 125.398 22,00%
28 Juni-4 Juli 168.768 24,91%
5-11 Juli 243.119 26,67%
12-18 Juli 350.273 30,72%
19-25 Juli 289.029 27,38%
26 Juli-1 Agustus 273.891 25,18%


Dari total 34 provinsi di Indonesia, terdapat 8 provinsi yang secara konsisten mengalami penurunan kasus positif dalam 2 pekan beruntun, yaitu Kepulauan Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Maluku dan Maluku Utara.

Meskipun demikian, tidak semua provinsi mengalami hal yang sama. Terdapat sejumlah provinsi yang mengalami kenaikan kasus dalam 3 pekan beruntun, yang didominasi provinsi dari wilayah Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Catatan penting untuk pulau Sumatera, hampir semua provinsi di pulau tersebut menunjukkan kenaikan kasus kecuali Kepulauan Riau.

Ini meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung. Riau menjadi provinsi dengan kasus positif tertinggi pada pekan 1 Agustus dengan 10.432 kasus.

Sementara itu, di Jawa, DI Yogyakarta menunjukkan kenaikan kasus positif. Pada pekan 25 Juli 2021, terdapat 12.694 kasus. Pekan berikutnya (1 Agustus) jumlahnya meningkat jadi 14.358 kasus.

Di Pulau Kalimantan, seluruh provinsi mengalami kenaikan kasus, mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Di Kalbar, angka kasus positif sempat turun jadi 2.267 kasus pada pekan 25 Juli, tetapi kemudian naik kembali 2.899 kasus pada pekan 1 Agustus.

Seluruh provinsi di Pulau Sulawesi juga menunjukkan kenaikan kasus dalam 3 minggu terakhir. Ini meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. Di Sulawesi Tenggara dam Gorontalo sempat terjadi penurunan, namun kembali naik pada pekan 1 Agustus.

"Kenaikan kasus yang belum dapat ditekan perlu menjadi perhatian bersama. Dikarenakan, pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah dan menganggap daerahnya baik-baik saja hanya karena tidak menerapkan PPKM Level 4," tambah Wiku.

Wiku menerangkan, kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 bertumpu pada 3 pilar utama, yaitu protokol kesehatan 3M (memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mencuci tangan), upaya 3T (testing, tracing, dan treatment), dan vaksinasi.

Masyarakat dan pemerintah menghadapi pilihan yang sama. Pertama, ancaman keselamatan jiwa akibat pandemi Covid-19. Kkedua, ancaman ekonomi yang mengakibatkan kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian Kebijakan yang diterapkan harus dinamis dan adaptif menyesuaikan dengan perkembangan Covid-19.

Berdasarkan data peta zonasi risiko Satgas Penanganan Covid-19 untuk pekan 1 Agustus 2021, tercatat ada 240 kabupaten/kota yang masuk zona merah (risiko tinggi) atau setara dengan 46,69 persen dari total kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Berikutnya, terdapat 243 kabupaten/kota yang masuk zona oranye (risiko sedang) atau setara dengan 47,27 persen. Jumlah kabupaten/kota di zona kuning (risiko rendah) hanya 30 (5,84 persen). Sementara itu, kabupaten/kota yang tidak ada kasus hanya 1 (0,19 persen).

Melihat peta zonasi tersebut terlihat 93,97 persen kabupaten/kota di Indonesia masuk dalam zona risiko tinggi atau sedang.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19
Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait KAMPANYE COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Fitra Firdaus
Penyelia: Iswara N Raditya
DarkLight