Satelit NASA Rekam Fenomena Langka Black Hole Hancurkan Bintang

Oleh: Yantina Debora - 27 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Fenomena langka black hole menghancurkan bintang terekam satelit NASA.
tirto.id - Satelit NASA Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) merekam aktivitas black hole atau lubang hitam supermasif yang menghancurkan bintang, untuk pertama kalinya.

Dikutip dari web NASA, fenomena ini diamati dari Neil Gehrels Swift Observatory NASA dan fasilitas lainnya.

“Mari kita lihat data TESS secara tepat, peristiwa yang merusak ini bernama ASASSN-19bt. Peristiwa ini mulai tampak lebih cerah, yang belum pernah kita lakukan sebelumnya,” kata Thomas Holoien, dari Carnegie Observatory di California.

Lubang hitam yang dapat menghancurkan bintang itu diperkirakan memiliki berat sekitar enam juta kali massa matahari.

Dikutip dari CNN, bintang yang di hancurkan lubang hitam itu memiliki ukuran seperti matahari. Sedangkan lubang hitam itu berada di pusat galaksi 2MASX J07001137-6602251, yang berjarak 375 juta tahun cahaya di konstelasi Volans.

Ketika bintang-bintang bergerak terlalu dekat dengan lubang hitam, mereka tidak dapat lepas dari gravitasi lubang hitam dan ditarik terpisah.


Hasilnya, beberapa material bintang bakal dilempar ke luar angkasa. Sisanya ditarik ke dalam cakram akresi panas dan bercahaya yang terbuat dari gas di lubang hitam.

Ini dikenal sebagai nama TDE atau tidal disruption event, sebuah peristiwa langka yang terjadi sekali setiap 10.000 hingga 100.000 tahun di galaksi.

"Bayangkan Anda berdiri di atas gedung pencakar langit di pusat kota, dan Anda menjatuhkan marmer di atasnya, dan Anda berusaha membuatnya turun ke lubang di penutup lubang got," kata Chris Kochanek, profesor astronomi di Ohio State. "Lebih sulit dari itu."

Peristiwa ini menyebabkan lubang hitam melepaskan cahaya. Proses ini terekam oleh satelit TESS NASA. Temuan TESS dipublikasi pada Kamis (26/9/2019) di tan berkelanjutan. Temuan dari TESS dipublikasikan pada Kamis di The Astrophysical Journal.

Satelit TESS NASA diluncurkan pada April 2018, satelit itu telah mengidentifikasi exoplanet dan berfungsi memantau pergerakan bintang.

TESS mensurvei area di langit yang 400 kali lebih besar dari apa yang diamati Kepler, termasuk 200.000 bintang terdekat yang paling terang. TESS dilengkapi empat kamera wide untuk memantau aktivitas bintang di luar angkasa.

Baca juga artikel terkait NASA atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Agung DH
DarkLight